• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Timur

Golput Nomor Satu, Disusul Jokowi-Ahok

Jumat, 20 Juli 2012 08:15 WITA
JAKARTA,TRIBUN-TIMUR.COM – Pemilukada DKI Jakarta yang memasuki putaran kedua menyisakan pekerjaan besar bagi KPU Provinsi DKI Jakarta. Pemilih yang tidak melaksanakan hak pilihnya, hingga masuk golongan putih (golput), jumlahnya mencapai 2.555.207 orang. Lebih banyak dari hasil suara yang diraih pasangan Joko ‘Jokowi’ Widodo-Basuki ‘Ahok’ Tjahaya Purnama yang menjadi kampiun putaran pertama.

Tribun Jakarta (TRIBUNnews.com Network) melaporkan, sesuai hasil rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub DKI yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/7/2012) siang tadi, duet Jokowi-Ahok mendapat dukungan 1.847.157 suara.

 Posisi Jokowi-Ahok dibayangi pasangan Fauzi Bowo (Foke) – Nachrowi Ramli (Nara) yang meraup 1.476.648 suara. Hasil resmi tersebut sekaligus menempatkan pasangan Jokowi-Ahok dan Foke-Nara masuk ke putaran dua Pemilukada DKI Jakarta.

Sesuai data KPU DKI, pada awal pemungutan suara Salinan Daftar Pemilih Tetap (SDPT) mencatat 3.543.970 pemilih laki-laki, perempuan 3.418.378 atau keseluruhannya sebanyak 6.962.348 pemilih. Dari jumlah tersebut, 2.144.887 pemilih laki-laki dan 2.262.254 pemilih perempuan mengikuti pemungutan suara, atau total sebanyak 4.407.141 orang.

 Hal ini berarti jumlah warga tidak memilih sebanyak 1.399.083 laki-laki dan 1.156.124 perempuan dengan jumlah keseluruhan yang tidak memilih 2.555.207 orang.

 Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI, Sumarno mengamini KPU DKI memiliki PR (pekerjaan rumah) besar untung mengurangi jumlah angka golput atau warga yang tidak menggunakan hak pilihnya, pada putaran dua pemilukada.

Menurut Sumarno, setidaknya ada empat jenis golput yang sedang berkembang yakni golput politis, logis, teknis, dan apatis.

Golput politis, papar Sumarno, disebabkan masyarakat tidak percaya kepada penyelenggara negara yang dianggap korup.

"Kalau golput logis, pemilih golput karena alasan bisa saja karena tidak merasa satu agama dengan kandidat, atau ketidakpercayaan akan adanya perubahan," ujar Sumarno saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Sementara golput teknis disebabkan karena kurangnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Provinsi DKI Jakarta.

Golput apatis timbul karena adanya sikap acuh, kurang peduli, warga terhadap pemilukada. Kelompok masyarakat ini biasanya tidak memiliki sikap politik yang jelas.

Sumarno mengaku pihaknya belum mengetahui golput mana yang paling mempengaruhi pemilih DKI Jakarta.

"Tapi dari kesemuanya tentu punya penyelesaian yang berbeda-beda juga," ujarnya. Namun jika karena alasan teknis, KPU DKI akan mengusahakan sosilasasi yang lebih masif pada putaran kedua.

"Kalau alasan apatis, itu sulit karena mereka tidak merasa memiliki tanggungjawab sebagai pemilih. Termasuk juga faktor logis maupun politis," kata Sumarno.

Ia menegaskan perlunya upaya bersama semua pihak, termasuk peserta pemilukada, untuk meningkatkan partisipasi politik.

Hasil Rekap Final Perolehan Suara Pilkada DKI Putaran Pertama:

- Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 1,476,648 suara (34,05 persen)

- Hendardji Soepandji-Riza Patria 85,990 (1,98 persen)

- Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama 1,847,157 (42,60 persen)

- Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 508,113 (11,72 persen)

- Faisal Basri-Biem Benjamin 215,935 (4,98 persen)

- Alex Noerdin-Nono Sampono 202,643 (4,67 persen)

Catatan: Total jumlah suara sah seluruh pasangan calon  4,336,486 (97,90 persen). Suara tidak sah sebesar 93,047 (2,10 persen). Jumlah pemilih DPT tercatat sebanyak 6,962,348 suara.(*)
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
95914 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas