CITIZEN REPORTER
Menag: Pendidikan Agama Solusi Memecahkan Masalah Umat
Muh. Tonang, Kasubag Hukmas dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ridwan Putra
Muh. Tonang, Kasubag Hukmas dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel
melaporkan dari Makassar
PERSOALAN yang berkembang di masyarakat dari hari ke hari terus
terjadi, dan yang hanya dapat memecahkan masalah yang terjadi di
masyarakat (di tengah tengah umat), salah satunya adalah pendidikan
agama.
‘’Jawabnya, pendidikan agama sebagai solusi memecahkan persolan umat,’’
kata Menteri Agama RI H Suryadharma Ali saat menyampaikan pengarahan
pada pembukaan Rapat Kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel di
Asrama Haji Sudiang, Makassar, Senin (21/5). Menurut Menag, lembaga
pendidikan di Kementerian Agama (Kemenag) adalah lembaga terbaik. Oleh
karena itu, perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. ‘’Tenaga pendidik atau
guru-guru kita telah mendapatkan tunjangan kesejahteraan sehingga
pendapatannya sudah meningkat.,’ tandasnya pada Raker yang bertema
Dengan Penyusunan Program dan Anggaran yang Tepat Sasaran, Kita Wujudkan
Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Menag meminta kualitas dan kinerja harus diperbaiki. ‘’Pendidikan agama
dan keagamaan di Sulsel tergantung kinerja aparat. Kalau Kanwil, Kemenag
Kota dan Kabupaten, madrasah dan para kepala KUA memble, maka
pendidikan kita akan memble,’’ ujar Suryadharma Ali.
Dia mengatakan, masa depan umat Islam tergantung pendidikan untuk
membentuk kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini lebih baik.
Kehidupan umat beragama akan lebih baik, jika pendidikan agama dan
keagamaan hari ini lebih baik, sehingga dalam hal pendidikan kualitasnya
harus terus ditingkatkan.
‘’Kita ingin kualitas pendidikan yang berstandar internasional, bukan
madrasahnya yang berstandar internasional,’’ ujarnya seraya menambahkan
bahwa di Kementerian Agama tak perlu ada madrasah berstandar
internasional yang perlu kita tiru seperti di Kementerian Pendidikan,
tidak ada sekolah berstandar internasional tapi ada kelas berstandar
internasional, lalu rintisan sekolah berstandar internasional.
Yang terpenting, lanjut Menag, adalah kita harus melakukan pemerataan di
bidang pendidikan. Anggaran pendidikan di Kemenag terbilang tinggi dan
harus digunakan sebaik-baiknya untuk pemerataan di bidang pendidikan.
‘’Anggaran sebaiknya dikelola dengan baik sehingga kesempatan bagi
anak-anak kita terbuka lebar dalam mengecap pendidikan,’’ ucap Menag.
Ada dua yang perlu diperhatikan, kata Menag pada Raker yang dihadiri
para pejabat eselon III, IV, para kepala madrasah dan kepala KUA lingkup
Kemenag Provinsi Sulsel ini, yaitu dalam meningkatkan kualitas
pendidikan kita, diperlukan soal fisik dan substansi. Masalah fisik,
jelas Menag, adalah kemampuan mengajar guru, penerapan kurikulum, serta
metode mengajar.
‘’Kulitas guru harus ditingkatkan karena kesejahteraannya sudah baik,’’
katanya lagi. Sedangkan substansi adalah sarana pendidikan, jangan
sampai ada madrasah baik negeri maupun swasa yang roboh. Roboh karena
dibangun dengan semen seadanya.
‘’Itu tidak bisa ditolerir dan jika ini terjadi para kepala madrasah,
Kepala KUA dan kita semua bertanggung jawab memperbaiki, ’’ tandas Menag
pada Raker yang juga dihadiri Dirjen Bimas Islam Prof Dr Abdul Jamil,
MA, Dirjen Pendidikan Islam Prof DR Nur Syam, Direktur Pendidkan
Madrasah Prof DR Dedi Rosadi dan Direktur Pemberdayaan Zakat Drs H Hamka
M.Ag serta kakanwil Kemenag Sulsel Drs H M Gazali Suyuti MHI.
Menurut Menag, kalau madrasah roboh, ada struktur yang tidak bekerja,’’
kata Menag sambil berharap jangan sampai ada anak anak kita yang tidak
ke madrasah dengan alasan tak ada uang. ‘’Pengentasan kemiskinan lebih
efektif dengan pendidikan,’’ jelasnya.
Menyangkut tata kelola ke pemerintahan yang baik, Menag meminta aparat
jangan coba-coba ada yang korupsi utamanya korupsi waktu. Jangan korupsi
waktu atau jangan mencari kesempatan untuk korupsi. ‘’Kita harus
menjadi Kementerian yang bebas korupsi,’’ tandas Menag.(*)