3 Negara Penyebab Harga Jual Emas Anjlok
pergantian presiden Prancis ditambah perkembangan politik di Yunani dan Spanyol
Menurut Ervan, perkembangan politik tersebut memicu banyak orang untuk berpindah ke dolar AS. Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya menyebabkan harga jual emas dunia turun, tetapi juga melemahnya nilai tukar mata uang lain, seperti euro dan rupiah. "Saat ini, dolar menguat karena mata uang itu dicari banyak orang untuk berinvestasi," kata Ervan di tempat kerjanya, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (10/5/2012).
Saat ini, harga jual emas dunia 1.578 dolar AS per troy ons dan pekan sebelumnya 1.671 dolar AS per troy ons. Meski turun, emas masih menjadi komoditas investasi yang positif. Sejauh ini, belum terjadi kepanikan pada pasar. Ia memperkirakan, dalam beberapa pekan mendatang, jika situasi dunia normal, harga jual emas berpotensi untuk kembali naik.
Turunnya harga emas dunia pun diamini para pengusaha toko emas di Bandung. Buana Tanudjaya, pemilik sekaligus pengelola Toko Emas Buana, mengutarakan, saat ini harga jual logam mulia 24 karat lokal Rp 473 ribu per gram. "Sebelumnya, harga jual logam mulia 24 lokal, sekitar Rp 485 ribu per gram," ujar Buana, di tempat usahanya, Jalan A Yani Bandung.
Pria berkacamata ini melanjutkan, turunnya harga emas dunia pun membuat harga emas Aneka Tambang (Antam) mengalami hal yang sama. Saat ini, harga Antam Rp 480 ribu per gram. Sebelumnya, harga jual Antam berada pada level Rp 500 ribu per gram.
Begitu pula dengan harga jual emas perhiasan. Buana menyatakan, dalam beberapa hari terakhir, harga jual emas perhiasan berada pada kisaran Rp 350 ribu per gram. "Beberapa hari sebelumnya, harganya sekitar Rp 370-375 ribu per gram," ujarnya.
Turunnya harga emas itu tidak disertai
meningkatnya pembelian oleh konsumen. Yang terjadi, sebaliknya. "Pemilik
emas melakukan penjualan. Kenaikannya sekitar 10-20 persen," katanya.
Ia memperkirakan, naiknya penjualan emas oleh konsumen kepada toko emas terjadi karena publik khawatir harga emas kembali turun pada hari-hari mendatang. "Atau, mungkin juga karena banyaknya kebutuhan yang harus mereka penuhi," tuturnya.
Buana berpendapat, kondisi yang terjadi saat ini mirip periode 1985-1994. "Saat itu harga emas fluktuatif. Tapi, tidak terlalu tinggi," kata Buana.
Dia memprediksi, dalam beberapa pekan mendatang, harga emas dapat kembali normal. Akan tetapi, kondisi itu bergantung pada perkembangan dan situasi dunia.(*)