Dai dan Polisi Bahas Caddoleng-doleng di Bulukumba
tarian erotis (caddoleng-doleng) yang dipertontonkan oleh pemilik elekton saat ada hajatan pesta pernikahan di daerah itu
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ina Maharani
BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah dai yang tersebar dari 10 kecamatan se Kabupaten Bulukumba telah membahas maraknya tarian erotis (caddoleng-doleng) yang dipertontonkan oleh pemilik elekton saat ada hajatan pesta pernikahan di daerah itu.
Oleh para dai dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bulukumba saat ini tengah meresahkan adanya aktivitas yang dinilai merusak moral warga di daerah itu.
Sehingga puluhan dai berusaha mendatangi Mapolres Bulukumba dan membahas Cadoleng-doleng yang kian marak di daerah itu, bersama aparat kepolisian Bulukumba di aula mapolres setempat, Kamis (10/5/2012).
" Kami menilai bahwa aksi tarian erotis (caddoleng-doleng) tengah kian marak di Bulukumba yang sebagai perbuatan amoral perlu disikapi oleh pihak kepolisan di Bulukumba," kata ustas Satria yang juga mantan aktivis mahasiswa di Bulukumba itu.
Dinilainya bahwa akibat adanya pertunjukan yang dilangsungkan pada tempat hajatan pernikahan warga dapat berdampak negatif bagi warga yang salah satunya merusak moral masyarakat, khusunya bagi anak-anak dan remaja.
Hadir pula Muhammad Nur, Bagian Kesra Pemkab Bulukumba. Dalam pertemuan tersebut ia mengharapkan kepada semua pihak termasuk polisi untuk tidak hanya fokus ke masalah tarian erotis tersebut.
"Jika perlu semua masyarakat dan polisi di Bulukumba terlibat langsung menjaga masalah Kamtibmas , terkhusus aksi tarian erotis di panggung elekton dan aksi pencurian," kata Muhammad Nur.