Mahasiswa Unjuk Rasa di Pagar PTPN
Aksi Mahasiswa terkait dugaan korupsi berjamaah para pejabat PTPN yaitu Suharditijo, Mardiyanto, dan Budi Pranomo.
Tayang:
Editor:
Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah mahasiswa yang tergabung Komunitas Pemuda Alauddin berunjukrasa di
depan Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Persero di Jl Urip
Sumihardjo, Makassar, Senin (7/5/2012).
Aksi Mahasiswa terkait dugaan korupsi berjamaah para pejabat PTPN yaitu Suharditijo, Mardiyanto, dan Budi Pranomo.
Ketiga pejabat tersebut diduga melakukan penyelewengan pembayaran raw sugar tahun 2007, dugaan penyelewengan dan perusahaan sawit pada tahun 2009, dan pada tahun 2010, mereka menyelewengkan dana proyek perbaikan pabrik di Luwu serta pengadaan emas yang merugikan negara Rp 9 Miliar.
"Kalian semua ini tidak becus, Anda hanya tau mencuri uang negara. Kami minta Anda keluar, buka pintunya," kata koordinator lapangan, Amir, sambil memanjat pagar gedung PTPN.
Ruas jalan Urip Sumihardjo, arah MTC sempat terganggu beberapa menit. Mahasiswa membakar ban di median jalan tersebut.
Aksi mahasiswa reda setelah sejumlah pegawai membuka pintu untuk mereka. Unjukrasa berjalan damai. Pegawai PTPN bersedia mendengar aspirasi mahasiswa di dekat pintu pagar kantor PTPN.(*)
Aksi Mahasiswa terkait dugaan korupsi berjamaah para pejabat PTPN yaitu Suharditijo, Mardiyanto, dan Budi Pranomo.
Ketiga pejabat tersebut diduga melakukan penyelewengan pembayaran raw sugar tahun 2007, dugaan penyelewengan dan perusahaan sawit pada tahun 2009, dan pada tahun 2010, mereka menyelewengkan dana proyek perbaikan pabrik di Luwu serta pengadaan emas yang merugikan negara Rp 9 Miliar.
"Kalian semua ini tidak becus, Anda hanya tau mencuri uang negara. Kami minta Anda keluar, buka pintunya," kata koordinator lapangan, Amir, sambil memanjat pagar gedung PTPN.
Ruas jalan Urip Sumihardjo, arah MTC sempat terganggu beberapa menit. Mahasiswa membakar ban di median jalan tersebut.
Aksi mahasiswa reda setelah sejumlah pegawai membuka pintu untuk mereka. Unjukrasa berjalan damai. Pegawai PTPN bersedia mendengar aspirasi mahasiswa di dekat pintu pagar kantor PTPN.(*)