'Menyerbu' Pasar Malino
Kedengarannya aneh memang. Sekitar 30 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unhas
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Taufik
Mahasiswa Fak Ilmu Budaya Unhas
Melaporkan dari Malino.
TRIBUN-TIMUR.COM- Kedengarannya aneh memang. Sekitar 30 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unhas `menyerbu' Pasar Malino, Minggu (6/5/2012) pagi. Mengenakan seragam almamater, mereka tidak melakukan kerja bakti atau membersihkan pasar. Para mahasiswa tersebut sedang mempraktikkan Teknik Wawancara di lapangan dengan objek para penjual di pasar kota dingin tersebut. Ini merupakan bagian dari mata kuliah `Jurnalistik Sastra' yang diikuti pada semester genap 2011/2012.
'Setiap orang harus mewawancarai seorang penjual di Pasar Malino. Tidak boleh ada dua orang mewawancarai satu orang penjual,'' kata dosen pengampu mata kuliah M.Dahlan Abubakar, sebelum melepas para mahasiswa itu mulai `menyerbu' Pasar Malino.
Meskipun setiap orang harus mewawancarai seorang penjual, namun dosen pengasuh memberikan kebijaksanaan, boleh mewawancarai penjual komoditas yang sama tetapi orangnya berbeda.
Saya sendiri hanya ikut menjadi `penggembira' teman-teman yang mengambil mata kuliah itu. Kami menginap di sebuah rumah senior mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unhas di Kelurahan Pattapang Kecamatan Tinggimoncong, sekitar 10-an kilometer dari kota Malino. Di bawah cuaca dingin yang menukik hingga ke sumsum, kami menghabiskan waktu sehari penuh untuk istirahat, sebelum menuju Pasar Malino, Minggu pagi.
Hasil wawancara mereka ini akan dijadikan sebagai bagian tugas pada ujian final semester yang dilaksanakan akhir Mei 2012. Usai melaksanakan wawancara kami kembali ke Makassar menggunakan bus almamater, Kampus Merah Tamalanrea. (*)