citizen reporter
IPeKB Bantaeng Baksos di Kampung Batu Tiroa
Herawaty Dahlan, S.Sos, PKB Kecamatan Sinoa
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ridwan Putra
Herawaty Dahlan, S.Sos, PKB Kecamatan Sinoa
melaporkan dari Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa.
SALAH satu program pembangunan Kab.Bantaeng yang dicanangkan oleh Bupati Bantaeng adalah dengan melaksanakan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB). Program ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah kependudukan baik dalam kualitas dan kuantitasnya, salah satunya dengan membuka akses Pelayanan KB dan Kesehatan di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan atau biasa disebut (GALCITAS).
Satu diantaranya melalui Kegiatan Bakti Sosial Pelayanan KB dan Pengobatan Massal kali ini (Rabu, 18/04) dilaksanakan oleh Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kab. Bantaeng yang diketuai oleh Anas Kaharuddn, S.Sos. Kegiatan Baksos ini terselenggara atas kerjasama Tim Penggerak PKK Kab, Bantaeng, Badan KB dan PP Kab.Bantaeng, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kab. Bantaeng dan Dinas Kesehatan Kab. Bantaeng.
“Kegiatan semacam ini dilakukan untuk dapat menekan laju pertumbuhan penduduk khususnya di daerah terpencil” ujar Drs. H. Abd. Karim Bagada, MM Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kab.Bantaeng.
Penyelenggaraan Baksos juga dalam rangkaian Hari Bhakti Ke-61 Ikatan Bidan Indonesia Cabang Bantaeng yang berlangsung di Kampung Batu Tiroa Desa Bonto Bulaeng Kecamatan Sinoa Kabupaten Bantaeng yang merupakan daerah terpencil dengan luas wilayah 13,3 Km2 dengan jumlah penduduk 2.292 Jiwa yang masih butuh sentuhan Pemerintah Kab. Bantaeng khususnya Dinas Kesehatan dan Badan KB & PP dalam hal pelayanan Kesehatan dan Keluarga Berencana.
Desa Bonto Bulaeng terletak hanya 16 Km dari Kota Kab. Bantaeng yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 tapi dengan memakan waktu selama kurang lebih 3 jam karena akses jalan ke desa tersebut masih jalan tanah yang belum tersentuh aspal.
Selain medan yang sulit di jangkau, masyarakat masih tabu menggunakan alat kontrasepsi (alkon). Desa yang mempunyai jumlah balita tertinggi pernah mendapat perhatian khusus dari Bapak Bupati Bantaeng, H. M. Nurdin Abdullah beberapa waktu lalu mengunjungi lokasi tersebut. Selain itu sangat diperlukannya perbaikan jalan agar sarana kesehatan pun mudah di jangkau.
Tampak pula hadir dalam acara sosialisasi dan bakti social ini Camat Sinoa H. Jamaluddin, SKM, Kepala Desa Bonto Bulaeng Sampara, para pejabat eselon III dan IV lingkup Badan KB dan PP, dan Dinas Kesehatan serta para pengurus TP. PKK Kab. Bantaeng dan Pengurus Ikatan Bidan Indonesia Cabang Bantaeng.
“Metode kontrasepsi jangka panjang adalah pilihan tepat untuk masyarakat di desa ini”. Kata Herawaty.D, S,Sos (PKB Kec.Sinoa). Selain pelayanan KB dan pengobatan massal, IPeKB juga menyalurkan pakaian layak pakai dan susu balita.
Kepala UPTB Kec. Sinoa A.Suriati, S.Sos dibantu oleh Kabid KB & KS dan Kabid Penguatan Institusi mengupayakan menekan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di desa ini dengan mengikutsertakan pasangan usia subur untuk ber KB serta menyediakan sarana dan prasarana masyarakat untuk kelancaran program KB ke depan.