e-KTP di Makassar Belum Sampai 60 Persen
Kecamatan yang paling lambat dalam menuntaskan pelaksanaan e-KTP yakni Tamalanrea yang baru mencapai 60%.
Tayang:
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani
Makassar, Tribun - Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin
memerintahkan segenap aparat pemerintah kota, mulai tingkat Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD), camat hingga lurah untuk menggenjot penuntasan
input data KTP elektronik (e-KTP).
Upaya pemkot ini didasari capaian penuntasan e-KTP yang belum maksimal, hingga pekan terakhir pelaksanaan E-KTP masih ada kecamatan yang kurang dari 60%. Perintah Walikota ini disampaikan dalam briefing mendadak yang dilaksanakan di Balai Kota Makassar, Rabu (18/4/2012). Briefing ini dihadiri kepala SKPD, camat, serta lurah se-Kota Makassar.
Menurut wali kota dua periode ini, pada evaluasi awal yang dilakukan Kementrian Dalam Neger , Makassar sempat menduduki peringkat IV daerah kabupaten/kota se-Indonesia dalam capaian realisasi e-KTP.
Namun, hingga jelang berakhirnya proses 23 April 2012, posisi tersebut malah merosot.
Kecamatan yang paling lambat dalam menuntaskan pelaksanaan e-KTP yakni Tamalanrea yang baru mencapai 60%.
“Saya sempat ditanyai pihak Kemendagri soal merosotnya posisi Makassar dari peringkat IV sebelumnya, kendalanya dimana, apa karena wali kota sibuk untuk urusan lain?. Hingga saat ini baru dua kecamatan yang mencapai lebih 80% yakni Ujungtanah dan Ujungpandang,” kata Ilham.
Upaya pemkot ini didasari capaian penuntasan e-KTP yang belum maksimal, hingga pekan terakhir pelaksanaan E-KTP masih ada kecamatan yang kurang dari 60%. Perintah Walikota ini disampaikan dalam briefing mendadak yang dilaksanakan di Balai Kota Makassar, Rabu (18/4/2012). Briefing ini dihadiri kepala SKPD, camat, serta lurah se-Kota Makassar.
Menurut wali kota dua periode ini, pada evaluasi awal yang dilakukan Kementrian Dalam Neger , Makassar sempat menduduki peringkat IV daerah kabupaten/kota se-Indonesia dalam capaian realisasi e-KTP.
Namun, hingga jelang berakhirnya proses 23 April 2012, posisi tersebut malah merosot.
Kecamatan yang paling lambat dalam menuntaskan pelaksanaan e-KTP yakni Tamalanrea yang baru mencapai 60%.
“Saya sempat ditanyai pihak Kemendagri soal merosotnya posisi Makassar dari peringkat IV sebelumnya, kendalanya dimana, apa karena wali kota sibuk untuk urusan lain?. Hingga saat ini baru dua kecamatan yang mencapai lebih 80% yakni Ujungtanah dan Ujungpandang,” kata Ilham.