JK Lebih Berpeluang Diusung oleh Golkar
JK Lebih Berpeluang Diusung oleh Golkar
Menurut Dosen Pasca Ilmu Politik Unhas ini, JK memimiliki kualifikasi top dan kinerja telah terbukti bagi rakyat Indonesia. Baik saat JK jadi menteri, Wakil Presiden bahkan sampai saat ini.
"Saat menjadi Wapres saja, JK bisa menciptakan kebijakan yang begitu berpengaruh luas. Banyak bukti soal keberhasilan JK. Maka tidak heran, jika banyak lembaga survei menilai beliau jauh lebih populer ketimbang Ical (sapaan Aburizal Bakrie). Elektabilitas JK juga jauh lebih tinggi," kata Adi yang juga Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Unhas ini kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Makassar, Selasa (10/4)
"Makanya, kalau Golkar harus objek melihat keinginan publik yang begitu tinggi ke JK, karena kalau Ical maka itu hanya akan menurunkan Golkar. Ical itu kan punya cacat, seperti kasus pajak Gayus, kasus Lapindo saja tidak mampu ditangani dan sebagainya," Dosen London School Jakarta ini menambahkan.
Menurut Adi Culla, rakyat Indonesia tidak boleh melupakan, JK juga adalah mantan ketua umum partai golkar sebelum ical. Berdasarkn berbagai kualifikasi itu, dengan mengusung JK, Golkar lebih terbuka dann amat berpeluang kemungkinan untuk bersaing dan memenangkan pilpres drpd mencalonkan dan mendukung Ical.
"Untuk itu, Golkar sebenarnya naif jika mengabaikn sosok JK, lalu secara politis mereduksi harapan publik dengn mengajukan Ical sebaga Capres secara berat sebelah saja," jelas Adi.
DR Darwis: JK akan Diambil Demokrat
Sosiolog Unhas Dr Muhammad Darwis mengatakan, bila berpatokan pada psychologi elit Golkar saat ini, sulit untuk tidak mencalonkan Ical sebagai calon presiden dari Golkar. Dalam artian menurut Darwis, peluang JK untuk mengendarai partai Golkar sudah tertutup, kecuali bila terjadi sesuatu pada Ical.
"Namun JK tidak akan kehabisan dukungan dari partai-partai lain, semisal PPP atau kemungkinan Partai Demokrat (PD) juga akan melirik beliau, bila prahara poolitik PD tidak berhenti menggoyangnya, apalagi bila Ketumnya Anas Urbaningrum di jadikan tersangka oleh KPK kelak," kata pria asal Bone ini kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Makassar, Selasa (10/4)
"Tentu, PD akan mencari figur yang dapat memberi garansi politik untuk kelangsungan dominasi dan kekuasaan yg sudah dimiliki, baik di parlemen maupun di eksekutif, bila pak JK memberi garansi untuk itu, PD tentu akan menimbangnya untuk dijadikan capres dan dipasangkan dengan kader demokrat.
Partai Golkar tentunya juga tidak akan solid mendukung Ical, karena sesungguhnya dalam pilpres ketokohan yang berperan," mantan anggota KPU Sulsel ini menambahkan.
Menurut Darwis, JK bila dibanding-bandingkan dengan calon presiden yang ada tidak lah kalah kualitas ketokohan, bahkan saat ini rakyat merindukan model kepemimpinan JK ditengah-tengah ''kegalauan'' dan ambivalensi sikap para pemimpin dan elit partai yg berlangsung saat ini.
Oleh karena itu, lanjuta Darwis, dengan pernyataan JK bersedia menjadi calon presiden memberi harapan bagi rakyat yang sudah tidak puas dgn keadaan kepemimpinan nasional saat ini.
"Ada yang menyangsikan bahwa pak JK sudah kelewatan masa, dan juga usia semakin menua, namun para pengeritik itu lupa, bahwa sosok JK saat ini mumpuni dibanding dengan yang ada, meskipun mereka mengkalaim generasi baru, namun hanya chasingnya saja, isi tetap stok lama," ujar Darwis.
"Tinggal ditunggu kiprah dan keseriusan PMI bekerja mensosialisasikan pak JK sebaga orang berhasil mengurus hajat kemanusiaan, dan bila jadi presien makan negeri ini bisa lebih baik, oleh karena partai partai yang tidak punya calon presiden, dukunglah pak JK, krn mendukungnya lebih cepat lebih baik, sebelum ketinggalan momentum," ajak Darwis. (*/tribun-timur.com)