Rupiah Melemah, Harga Emas Melonjak
melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.170 dibanding sebelumnya diposisi Rp 9.165 per dollar AS.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.170 dibanding sebelumnya diposisi Rp 9.165 per dollar AS.
"Nilai tukar beresiko termasuk rupiah mencatat kinerja negatif dipicu oleh kenaikan yield obligasi Spanyol yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," kata analis pasar uang Monex Investindo Futures Johanes Ginting di Jakarta, Senin.
Ia mengemukakan, obligasi Spanyol nampak masih tertekan untuk tiga sesi beruntun menyusul hasil lelang mengecewakan di awal pekan memicu kecemasan terhadap kemampuan pemerintah dalam mengatasi masalah fiskal yang tengah membelit.
Ia menambahkan, menjelang rilis beberapa data pekan depan, yang diperkirakan memperlihatkan penurunan pada ekspor Jerman dan melambatnya produktivitas sektor industri Perancis, sehingga akan menambah bukti bahwa krisis fiskal telah menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. "Outlook Eropa masih negatif, dan berpotensi melanjutkan penurunan hingga di bawah 1,30 dollar AS seiring tidak ada yang berpotensi meredam kekhawatiran atas Spanyol," kata dia.
Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan, merespon perbaikan di pasar ketenagakerjaan di AS mendorong nilai tukar dollar AS menguat terhadap mata uang beresiko. "Perbaikan di pasar ketenagakerjaan AS berlanjut. Angka pengangguran untuk bulan Maret tercatat turun menjadi 8,2 persen dari sebelumnya 8,3 persen pada Februari," kata dia.
Ia mengatakan, nilai tukar rupiah juga mendapat sentimen negatif dari Bank Dunia yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari awal tahun sebesar 6,2 persen menjadi 6,1 persen untuk tahu 2012 akibat perlambatan ekonomi dunia.
EMAS
Sementara Harga emas ditransaksikan menanjak pagi ini. Per pukul 11.03 waktu
Singapura, harga emas di pasar spot naik 0,8 persen ke posisi 1.648,80
dollar AS per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi dalam sepekan
terakhir.
Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Juni naik 1,1 persen menjadi 1.648,20 dollar AS per troy ounce di Comex, New York. Dengan demikian, sepanjang tahun ini, harga kontrak emas sudah menanjak 4,8 persen.
Kenaikan kali ini dipicu oleh data lapangan kerja AS yang lebih buruk ketimbang prediksi. Selain itu, para pedagang perhiasan di India sudah mulai kembali membuka tokonya. Hal itu tentu saja mendongkrak outlook permintaan emas dunia.
"Data lapangan kerja AS menyebabkan posisi dollar melemah sehingga meningkatkan permintaan aset-aset aman. Pasar emas saat ini tengah konsolidasi setelah turun pada pekan lalu," papar Xian Nan, analis Citic Futures Co.
Sepanjang pekan lalu, harga emas merosot 1,9 persen. Penyebabnya, dollar AS perkasa 1,1 persen terhadap enam mata uang utama dunia akibat spekulasi the Federal Reserve tidak akan menambah stimulus ke pasar finansial.(*)