BBM Batal Naik, Rupiah Melemah
Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta, Senin pagi, melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.170 dibandingkan sebelumnya
Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta, Senin pagi, melemah sebesar lima poin menjadi Rp 9.170 dibandingkan sebelumnya Rp 9.165 per dollar AS.
"Pasar obligasi
diperkirakan mengalami tekanan karena pembatalan kenaikan harga BBM.
Kondisi itu berpotensi rupiah mengalami tekanan. Meski demikian, Bank
Indonesia (BI) masih menjaga pergerakan nilai tukar dalam negeri," kata
analis pasar uang dari Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, di
Jakarta.
Ia menambahkan, pembatalan kenaikan harga BBM
kemungkinan membuat lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P)
menunda kenaikan peringkat utang Indonesia karena defisit APBN-P 2012
menjadi lebih tinggi.
Selain itu, lanjut dia, ekspektasi inflasi akan tetap tinggi karena ada kemungkinan kenaikan harga BBM pada 1 Oktober mendatang. "Penundaan penaikan BBM mungkin tidak banyak menolong inflasi. Kami perkirakan inflasi masih akan tetap tinggi sampai ada keputusan per 1 Oktober mendatang. Untuk inflasi Maret ini, kami perkirakan bisa mencapai 0,16 persen (mom) atau 4,06 persen (yoy)," papar dia.
Ia mengatakan, kemungkinan respons pasar akan cenderung netral karena di saat yang sama laporan keuangan emiten triwulan pertama yang diperkirakan cukup baik akan menahan sentimen negatif investor
Sementara, pengamat pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting, menambahkan, dari global, mata uang euro bergerak menguat setelah presentasi pemangkasan anggaran Spanyol menunjukkan komitmen menjalankan kebijakan penghematan. "Kondisi itu dapat menjadi sentimen positif bagi mata uang dalam negeri," kata dia.
Ia menambahkan, pertemuan menteri keuangan negara kawasan Euro dikabarkan menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan firewall dana penyelamatan sebagai upaya mencegah penyebaran krisis utang. "Konfirmasi dari peningkatan plafon dana bantuan keuangan menjadi salah satu hal yang positif dan mendukung sentimen Euro termasuk rupiah," kata dia.(*)