Kredit Masyarakat Kecil Terkendala Sertifikat
Kredit Masyarakat Kecil Terkendala Sertifikat
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Muh. Irham
Deputy Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad, usai prosesi serah terima jabatan (sertijab) pejabat BI di Kantor Bank Indonesia (KBI) Makassar, Kamis (22/3/2012), mengatakan, saat ini, sekitar 40 persen masyarakat yang belum mendapatkan akses ke perbankan.
Olehnya itu, dorongan ini dinilai perlu agar lebih banyak masyarakat kurang mampu yang dapat memanfaatkan fasilitas keuangan, terutama kredit secara luas.
Adapun usaha yang dilakukan perbankan untuk mendorong kucuran kredit di segmen menengah bawah salah satunya adalah menyoal edukasi keuangan kepada masyarakat. Dia mencontohkan soal peran agunan dalam memperoleh kredit di perbankan.
Saat ini, katanya, banyak lahan atau rumah yang dimiliki masyarakat menengah bawah yang belum memiliki sertifikat. Sehingga tidak bisa digunakan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan, sementara lahan atau rumah tersebut adalah satu-satunya aset yang dapat diagunkan.
"Banyak rumah yang belum mempunyai sertifikat. Jadi kreditya terkedala. Olehnya itu, kita akan dorong program sertifikasi, entah itu itu tanah atau rumah.Termasuk mempermudah proses penyusunan sertifikasi tanah agar masyarakat mudah mendapatkan akses ke perbankan," katanya.
Selain itu, lanjut Muliaman, pihaknya juga akan mendorong pendirian lembaga penjaminan kredit di daerah. Termasuk dalam hal regulasi serta bagaimana memperkenalkan aspek teknologi kepada masyarakat. "pilar-pilar inilah yang akan kami dorong," katanya. (*/tribun-timur.com)