Rupiah Awal Pekan Melemah
Rupiah Awal Pekan Melemah
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi bergerak melemah 80 poin ke posisi Rp 9.100 dibanding sebelumnya Rp 9.020 per dollar AS.
"Tersisanya
risiko kembali tertundanya kesepakatan pemberian dana talangan untuk
Yunani dalam mengatasi krisis utangnya masih menjadi sentimen negatif
bagi nilai tukar dalam negeri terhadap dolar AS," kata analis pasar uang
Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta, Senin.
Ia
menambahkan, pelaku pasar juga berpendapat bahwa ketidakpastian masih
akan menahan mata uang euro dalam kisaran terbatas sampai persetujuan
pemberian bailout (dana talangan ) ditandatangani. "Pasar
terlihat masih sangat ragu-ragu untuk bereaksi terlalu banyak sebelum
kesepakatan benar-benar dilakukan," katanya.
Meski demikian, lanjut dia, Yunani nampaknya semakin dekat untuk mendapatkan dana penyelamatan senilai 130 miliar euro setelah petinggi Jerman menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan akan tercapai, meski di lain sisi masih merasa was-was dengan komitmen Athena.
Ia menambahkan, sejumlah
analis memperkirakan euro akan dapat kembali terapresiasi terhadap dolar
AS begitu juga dengan nilai tukar rupiah, dengan catatan para pejabat
kawasan Eropa bersedia menandatangani persetujuan "bailout" tahap kedua
untuk Yunani.
Managing Research Indosurya Asset Management
Reza Priyambada menambahkan, pelemahan rupiah juga dipicu imbas
penurunan mata uang Yen terhadap dolar AS setelah bank Jepang berencana
menambah likuiditas pasar senilai 10 triliun yen (28,8 miliar dolar AS)
untuk program pembelian aset.
Di sisi lain, kata dia, pelemahan rupiah juga dipicu dari Menkeu Eropa bersikap mengesampingkan pertemuan yang akan diadakan di Brussels karena masih merasa kurang yakin atau kurangnya jaminan politik dari para pemimpin Yunani.(*/tribun-timur.com)