Rupiah Awal Pekan Melemah
Tribun Timur - Senin, 20 Februari 2012 11:06 WITA

KONTAN/Cheppy A. Muchlis
ILUSTRASI - Penukaran mata uang dolar dan rupiah di Money Changer Bank Mandiri.
Berita Terkait
- Rupiah Melemah, Harga Emas Melonjak
- BBM Batal Naik, Rupiah Melemah
- Rupiah Pekan Ini Diperkirakan Menguat
- Nilai Tukar Rupiah Berkisar Rp 8.900 - Rp 9.200
- Redenominasi Rupiah, Tiga Angka Nol Disamarkan
- Rupiah Melemah karena Terseret Zona Euro
- Rupiah Melemah Jadi Rp 9000 Sedollar
- Rupiah Menguat 75 Poin
- Rupiah Stabil di Posisi Rp 8.770
- Rupiah Masih Melemah
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Nilai tukar rupiah kembali
bergerak melemah terhadap dollar AS pada Senin (20/2/2012) pagi ke
posisi Rp 9.100 masih dipicu dari ketidakpastian kesepakatan pemberian
dana talangan untuk Yunani.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi bergerak melemah 80 poin ke posisi Rp 9.100 dibanding sebelumnya Rp 9.020 per dollar AS.
"Tersisanya risiko kembali tertundanya kesepakatan pemberian dana talangan untuk Yunani dalam mengatasi krisis utangnya masih menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar dalam negeri terhadap dolar AS," kata analis pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, pelaku pasar juga berpendapat bahwa ketidakpastian masih akan menahan mata uang euro dalam kisaran terbatas sampai persetujuan pemberian bailout (dana talangan ) ditandatangani. "Pasar terlihat masih sangat ragu-ragu untuk bereaksi terlalu banyak sebelum kesepakatan benar-benar dilakukan," katanya.
Meski demikian, lanjut dia, Yunani nampaknya semakin dekat untuk mendapatkan dana penyelamatan senilai 130 miliar euro setelah petinggi Jerman menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan akan tercapai, meski di lain sisi masih merasa was-was dengan komitmen Athena.
Ia menambahkan, sejumlah analis memperkirakan euro akan dapat kembali terapresiasi terhadap dolar AS begitu juga dengan nilai tukar rupiah, dengan catatan para pejabat kawasan Eropa bersedia menandatangani persetujuan "bailout" tahap kedua untuk Yunani.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menambahkan, pelemahan rupiah juga dipicu imbas penurunan mata uang Yen terhadap dolar AS setelah bank Jepang berencana menambah likuiditas pasar senilai 10 triliun yen (28,8 miliar dolar AS) untuk program pembelian aset.
Di sisi lain, kata dia, pelemahan rupiah juga dipicu dari Menkeu Eropa bersikap mengesampingkan pertemuan yang akan diadakan di Brussels karena masih merasa kurang yakin atau kurangnya jaminan politik dari para pemimpin Yunani.(*/tribun-timur.com)
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi bergerak melemah 80 poin ke posisi Rp 9.100 dibanding sebelumnya Rp 9.020 per dollar AS.
"Tersisanya risiko kembali tertundanya kesepakatan pemberian dana talangan untuk Yunani dalam mengatasi krisis utangnya masih menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar dalam negeri terhadap dolar AS," kata analis pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, pelaku pasar juga berpendapat bahwa ketidakpastian masih akan menahan mata uang euro dalam kisaran terbatas sampai persetujuan pemberian bailout (dana talangan ) ditandatangani. "Pasar terlihat masih sangat ragu-ragu untuk bereaksi terlalu banyak sebelum kesepakatan benar-benar dilakukan," katanya.
Meski demikian, lanjut dia, Yunani nampaknya semakin dekat untuk mendapatkan dana penyelamatan senilai 130 miliar euro setelah petinggi Jerman menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan akan tercapai, meski di lain sisi masih merasa was-was dengan komitmen Athena.
Ia menambahkan, sejumlah analis memperkirakan euro akan dapat kembali terapresiasi terhadap dolar AS begitu juga dengan nilai tukar rupiah, dengan catatan para pejabat kawasan Eropa bersedia menandatangani persetujuan "bailout" tahap kedua untuk Yunani.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menambahkan, pelemahan rupiah juga dipicu imbas penurunan mata uang Yen terhadap dolar AS setelah bank Jepang berencana menambah likuiditas pasar senilai 10 triliun yen (28,8 miliar dolar AS) untuk program pembelian aset.
Di sisi lain, kata dia, pelemahan rupiah juga dipicu dari Menkeu Eropa bersikap mengesampingkan pertemuan yang akan diadakan di Brussels karena masih merasa kurang yakin atau kurangnya jaminan politik dari para pemimpin Yunani.(*/tribun-timur.com)
Editor : Muh. Irham
Sumber : Kompas.com