Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPD RI Minta FPI Jangan Dibubarkan

DPD RI Minta FPI Jangan Dibubarkan

Tayang:
Editor: Muh. Irham

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Usai melakukan pertemuan dengan Front Pembela Islam (FPI), Wakil Ketua DPD RI, La Ode Ida menyampaikan dukungannya kepada organisasi kemasyarakatan tersebut. La Ode pun mengecam wacana pembubaran terhadap FPI yang kerap dicap sebagai ormas anarkis.

"FPI ini kan diserang di bandara kenapa justru dia yang harus dibubarkan. Ini yang membingungkan," ungkap La Ode, Kamis (16/2/2012), di ruang kerjanya.

Ia meminta agar peristiwa itu jangan diputarbalikkan. "Kesannya yang melakukan kekerasan adalah FPI. Saya kira peristiwa di Palangkaraya itu merendahkan budaya masyarakat sekitar. Kalau menghalalkan pemblokiran FPI dengan cara-cara kekeraan itu tidak boleh lagi terjadi," kata La Ode.

Ia pun sepakat bahwa aksi penolakan masyarakat di Palangkaraya merupakan suatu wujud dari lemahnya instrumen negara dalam menyelesaikam persoalan. "Tidak boleh lagi ada wacana penghalangan terhadap FPI dengan alasan apa pun kecuali FPI kelak menjadi organisasi terlarang," papar La Ode.

Dikatakan La Ode, hasil pertemuan ini akan dibahas di Komite III DPD RI. Komite yang nantinya akan menentukan tindak lanjut pertemuan itu. "Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang pihak yang anti FPI," tandasnya.

Gerakan Indonesia Tanpa FPI ini bermula dari aksi penolakan masyarakat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Sabtu (11/2/2012) lalu. Di sana, sejumlah anggota FPI pusat dari Jakarta tak bisa turun di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Rencananya, mereka akan melakukan pelantikan pengurus FPI Palangkaraya.

Namun, sejumlah pihak yang mengatasnamakan warga menolak kedatangan mereka. Aksi tersebut berlangsung kurang lebih 2,5 jam. Di Jakarta, gerakan "Indonesia Tanpa FPI" menggelar unjuk rasa, Selasa (14/2/2012), di Bundaran Hotel Indonesia. Ratusan masyarakat melakukan aksi penolakan akan keberadaan FPI dan ormas lain yang dianggap meresahkan masyarakat. Unjuk rasa menentang kekerasan itu berakhir ricuh karena terjadi bentrok dengan sejumlah massa FPI yang datang ke lokasi unjuk rasa.(*/tribun-timur.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved