Petani Bulukumba Karet Bahas Soal Lahan
Tribun Timur - Senin, 6 Februari 2012 14:33 WITA
Berita Terkait
- Honorer Kategori I Bulukumba Belum Jelas
- Legislator PKS Sebut MenPAN Keliru
- Gubernur Serukan Lawan Korupsi di Deklarasi Siswa…
- Kejati Pastikan Tersangka Korupsi Penyaluran Dana…
- Dewan Selayar dan Bulukumba Bahas Nelayan Kajang
- Mahasiswa Bahasa UNM tetap Gelar Baksos di Bulukumba
- Kejati Fokuskan Usut Sisa Anggaran Pembangunan Menara…
- Pasar Sentral Bulukumba Terendam Air
- Pejabat PLN Terancam Tersangka
- Bupati Bulukumba Mutasi 16 Pejabat
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Sekitar 800 petani karet berkumpul Desa Tammato, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Senin (6/2).
Mereka adalah petani karet Karassing, dan Bontomangingiring, Kecamatan Herlang. mereka berkumpul di Aula Gedung Olah Raga Desa Tammato.
Para petani ini menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dengan membahas persoalan yang dihadapi kaum tani dan membentuk pengurus ranting Aliansi Gerakan Reforma Agraria.
Perwakilan DPP AGRA Rahmat Adiguna menyampaikan pidatonya dan menyerukan perlunya petani bangkit mengorganisasikan diri dan berjuang menegakkan kedaulatan petani.
" Petani sendirilah yang harus berjuang melawan kekerasan, perampasan tanah dan intimidasi terhadap kaum tani sebagaimana yang terjadi di bima dan Mesuji," kata Rahmat Adiguna.
Menurutnya banyak petani di Kajang, Bulukumpa, Rilau Ale dan Herlang yang menjadi korban perampasan tanah yang dari pihak perusahaan karet PT London Sumatera (Lonsum) sejak beberapa tahun silam lalu, kata Rahmat.
Tanah mereka dirampas karena keterbatasan pengetahuan mereka memahami tanah ahli warisnya di daerah itu.
Dalam Rapat Umum Aggota (RUA) hadir sejumlah pejabat setempat seperti Kadis Perkebunan A Misbawati Wawo, A Zikin Pateduri, dan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Bulukumba A Hamsah Pangki, Sekda Bulukumba A Bau Amal.
Mereka hadir menyatakan dukungannya terhadap perjuangan kaum tani. Ketiga dinas tersebut menyatakan siap bekerja sama dalam melibatkan AGRA dalam perencanaan dan evaluasi program pemkab yang berkaitan dengan nasib kaum tani .(*)
Mereka adalah petani karet Karassing, dan Bontomangingiring, Kecamatan Herlang. mereka berkumpul di Aula Gedung Olah Raga Desa Tammato.
Para petani ini menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dengan membahas persoalan yang dihadapi kaum tani dan membentuk pengurus ranting Aliansi Gerakan Reforma Agraria.
Perwakilan DPP AGRA Rahmat Adiguna menyampaikan pidatonya dan menyerukan perlunya petani bangkit mengorganisasikan diri dan berjuang menegakkan kedaulatan petani.
" Petani sendirilah yang harus berjuang melawan kekerasan, perampasan tanah dan intimidasi terhadap kaum tani sebagaimana yang terjadi di bima dan Mesuji," kata Rahmat Adiguna.
Menurutnya banyak petani di Kajang, Bulukumpa, Rilau Ale dan Herlang yang menjadi korban perampasan tanah yang dari pihak perusahaan karet PT London Sumatera (Lonsum) sejak beberapa tahun silam lalu, kata Rahmat.
Tanah mereka dirampas karena keterbatasan pengetahuan mereka memahami tanah ahli warisnya di daerah itu.
Dalam Rapat Umum Aggota (RUA) hadir sejumlah pejabat setempat seperti Kadis Perkebunan A Misbawati Wawo, A Zikin Pateduri, dan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Bulukumba A Hamsah Pangki, Sekda Bulukumba A Bau Amal.
Mereka hadir menyatakan dukungannya terhadap perjuangan kaum tani. Ketiga dinas tersebut menyatakan siap bekerja sama dalam melibatkan AGRA dalam perencanaan dan evaluasi program pemkab yang berkaitan dengan nasib kaum tani .(*)
Penulis : Samsul Bahri
Editor : Ridwan Putra