A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Lulusan SMK Didorong untuk Kuliah - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribun Timur

Lulusan SMK Didorong untuk Kuliah

Senin, 6 Februari 2012 09:13 WITA

BANDUNG, TRIBUN-TIMUR.COM - Lulusan SMK dijaring untuk meningkatkan keahlian lewat bangku kuliah jarak jauh. Lewat program vokasi berkelanjutan, siswa SMK dapat menimba ilmu satu tahun di bidang keahliannya.

Hatta, Ketua Kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 11 Bandung, mengatakan, SMK digandeng untuk menjadi pengelola pendidikan vokasi berkelanjutan sesuai program keahlian di sekolah yang ditunjuk menjadi subkampus. Siswa diseleksi guru di SMK tersebut yang sudah mendapat pelatihan kelayakan sebagai pengelola.

”Sekolah kami sudah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan mulai menjalankan program vokasi Juli tahun ini,” kata Hatta, akhir pekan lalu.

Lulusan SMK menjalani kuliah secara mandiri dan dijalankan dengan pendidikan jarak jauh. Pertemuan tetap diadakan seminggu sekali. Biaya kuliah sekitar Rp 250.000 per bulan.

Kepala SMKN 11 Bandung Epi Sufian mengatakan, sekolah mendorong lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan, terutama ke perguruan tinggi vokasi.

”Tetapi, kebijakan pendidikan tinggi, termasuk yang vokasi, belum menyesuaikan dengan perkembangan SMK. Sebenarnya, kompetensi siswa SMK itu sudah hampir setara dengan mahasiswa diploma. Karena itu, kami mendorong supaya pendidikan tinggi vokasi mengakui kompetensi siswa SMK, tidak diperlakukan sama dengan siswa SMA yang masuk pendidikan tinggi vokasi seperti politeknik,” ujar Epi.

Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, pendidikan vokasi berkelanjutan merupakan upaya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi. Program ini utamanya merekrut lulusan SMK agar mudah menambah pendidikan setara diploma satu.

Menurut Joko, penguatan lulusan SMK juga dilakukan lewat program SMK 3 + 1. Program ini menguatkan kompetensi lulusan dengan kerja sama dunia industri.

”Dalam program ini, para siswa bukan cuma bisa memproduksi, tetapi juga diasah kompetensi bisnisnya,” ujar Joko.

Program SMK 3 + 1 ini dilakukan di 200 SMK di seluruh Tanah Air. Lulusan program ini setara diploma satu dan diakui jika hendak melanjutkan kuliah di pendidikan tinggi vokasi. (*/tribun-timur.com)

Editor: Muh. Irham
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
79820 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas