- Ketua DPC PPP Jeneponto Sindir Gizi Buruk
- Setelah Pratiwi kini Fandi dan Rezky Derita Gizi Buruk
- LSM Desak DPRD Sinjai Kunjungi Penderita Gizi Buruk
- 2011, Gizi Buruk di Sulsel Meningkat
- DPRD Usulkan Peta Rawan Gizi Buruk di Makassar
- Wali Kota: Penderita Gizi Buruk Bukan Warga Permanen…
- Gizi Buruk di Maccini Sombala Terjadi karena Kelalaian…
- Lurah Parangtambung Bawa Susu dan Biskuit
- Ada Balita Gizi Buruk di Belakang Rumah Supomo Guntur
- Sulsel Bentuk Tim Penanganan Gizi Buruk
Hal ini tidaklah salah, namun anak yang sepintas terlihat sehat pun bisa mengalaminya.
"Dalam kasus gizi ini, anak-anak bisa digolongkan menjadi anak gizi buruk dan anak gizi kurang," tukas dr Saptawati Bardosono, spesialis gizi klinik dan dosen Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.
Ketika tidak mendapatkan asupan gizi yang sesuai usiannya, anak akan mengalami masalah kekurangan gizi. Kurang gizi ditandai dengan badan yang kurus, karena berat badannya kurang untuk anak seusianya. Terlepas dari masalah genetik, tubuhnya juga lebih pendek dibanding anak lain seusianya. Jika masalah kekurangan gizi ini tidak segera diatasi, anak akan mengalami masalah gizi buruk. "Waktu anak masih kekurangan gizi, sebaiknya segera diatasi dengan memberikan asupan gizi yang cukup. Tapi kalau sudah gizi buruk harus ditangani secara medis," tambahnya.
Sementara itu, anak bergizi buruk lebih mudah terlihat karena gizi buruk ini sangat mempengaruhi fisiknya. Gizi buruk dibagi menjadi dua jenis, yaitu marasmus, dan kwasiorkor. Penderita marasmus ini ditandai dengan tubuh yang sangat kurus, sehingga tulang-tulangnya sangat menonjol. Ibaratnya, hanya tinggal tulang berbalut kulit saja. Sedangkan penderita kwasiorkor memiliki perut yang buncit dan kaki yang membengkak. Biasanya hal ini disebabkan karena anak kekurangan protein.
Penanganan gizi buruk dan gizi kurang
Memperbaiki
anak dengan status kurang gizi boleh dibilang lebih mudah daripada anak
dengan gizi buruk. Anak bergizi kurang biasanya disebabkan karena
kekurangan gizi mikro seperti zat besi, vitamin, atau yodium. Penambahan
gizi dalam asupan makanan sangat diperlukan untuk memperbaiki status
gizi anak. Sedangkan untuk anak bergizi buruk, penanganan seperti ini
tidak serta merta dapat memperbaiki status gizinya.
"(Status gizi buruk) Harus dimulai dengan pendekatan medis dulu karena sudah masuk dalam tahap yang cukup berbahaya, dan harus ditangani dengan benar," ujar Saptawati.
Biasanya untuk penanganan tahap awal ini, anak bergizi buruk akan diberi pengobatan medis selama dua hari sampai berat badannya meningkat sedikit. Peningkatan berat badan ini berkisar antara lima sampai 10 gram per kilogram berat badannya semula. "Ketika sudah memiliki berat tubuh yang meningkat, anak bisa dikatakan sudah meningkat status gizinya. Kemudian proses selanjutnya harus didukung oleh orangtua masing-masing," beber Saptawati.(*)