citizen reporter
Dewan Pendidikan Gelar Rakor
ada 13 permasalahan pendidikan yang terjadi di Sulsel yang menjadi pembahasan dalam Rakor Dewan Pendidikan yang dibuka Gubernur
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Ridwan Putra
Muh Asri
Pokja Humas Disdik Sulsel
Melaporkan dari Makassar
SEJUMLAH permasalahan pendidikan di Sulawesi Selatan (Sulsel) terungkap
dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kinerja Dewan Pendidikan
Kabupaten/Kota se- Sulsel yang dilaksanakan di Hotel University, Jl
Sultan Alauddin Makassar, Sabtu (31/12/2011).
Setidaknya ada 13 permasalahan pendidikan yang terjadi di Sulsel yang
menjadi pembahasan dalam Rakor Dewan Pendidikan yang dibuka Gubernur
Sulsel yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Patabai
Pabokori.
Ketiga belas permasalahan tersebut, di antaranya masalah Dewan
Pendidikan, komite sekolah, penyelenggaraan ujian nasional, program
Pendidikan Gratis di SD/SMP, RSBI, kelas tuntas berkelanjutan,
sertifikasi guru, program Pemprov untuk S3 luar negeri, peningkatan mutu
mulai dari PAUD sampai tingkat SMA/SMK, penyelenggaraan pendidikan
tinggi, serta dana BOS, dan hubungan Dewan Pendidikan Nasional,
Provinsi, Kabupaten dan, Komite sekolah.
Dalam Rakor dan Evaluasi Kinerja tersebut, masing-masing Ketua Dewan
Pendidikan Kabupaten/Kota mempresentasekan hasil kinerjanya selama
setahun. Setiap daerah memiliki permasalahan sesuai dengan karakteristik
daerahnya.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulsel, Prof Halide mengemukakan, Rakor
dan Evaluasi Kinerja Dewan Pendidikan merupakan program tetap Dewan
Pendidikan Provinsi Sulsel yang bertujuan menjalin hubungan koordinatif
Dewan Pendidikan Provinsi dengan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se
Sulsel.
Selain itu, rakor juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai
permasalahan bidang pendidikan di Sulsel, terutama yang berhubungan
dengan masalah peningkatan mutu dan peningkatan akses masyarakat
terhadap pendidikan, dan terwujudnya kesamaan persepsi dan tindakan
dalam pelaksanaan peran dan fungsi Dewan Pendidikan sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 17 tahun 2010.
Dalam peningkatan mutu pendidikan, Prof Halide, menjelaskan bahwa Dewan
Pendidikan memberi pertimbangan (advisory), arahan dan dukungan,
pengawasan dan mediator pada tingkat nasional, provinsi, dan
kabupaten/kota dari himpunan keluhan, saran, kritikan, dan aspirasi
masyarakat setelah dianalisis secara independen dan obyektif terhadap
kebijakan di bidang pendidikan.
Olehnya itu, dia mengharapkan para Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota
untuk terus memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah,
melakukan pemantauan, serta melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan
pendidikan di daerah masing-masing.(*)