citizen Reporter
FLA 4 Kabupaten Dalami IMS
Dari proses ini peserta diharapkan bisa memanfaatkan indeks mendorong perbaikan masyarakat sipil dengan melibatkan pihak lebih luas
Penulis: Ridwan Putra | Editor: Ridwan Putra
Darmawan Denassa,
Direktur The Gowa Center
Melaporkan dari Makassar
FORUM Lintas Aktor (FLA) Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Takalar, dan Gowa berkumpul di Hotel Coklat Makassar, Selasa (22/11/2011), hingga, Jumat (25/11/2011) nanti, untuk mengkaji Indeks Masyarakat Sipil (IMS).
Empat kabupaten ini telah memiliki IMS sejak tahun 2009 bahkan Bantaeng dan Jeneponto telah menyusun indeks sejak 2002. Dalam proses penyusunan IMS melibatkan pemangku kepentingan di tingkat desa hingga kabupaten.
IMS disusun untuk mengetahui sejauhmana tingkat kesehatan masyarkat sipil di masing-masing kabupaten. Arena diluar keluarga, pasar, dan kekuasaan merupakan batasan masyarakat sipil yang digunakan dalam penyusunan indeks.
Indeks
ini dapat dimanfaatkan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, media, LSM,
dan lembaga lain untuk mendorong
terwujudnya tatanan masyarakat sipil yang baik.
Masyarakat sipil yang
sehat bisa dicitrakan sebagai masyarakat yang berkumpul secara formal atau nonformal yang memperjuangkan perbaikan
diberbagai aspek sesuai tujuan
organisasi atau untuk kepentingan masyarakat lebih luas.
Kelompok warga yang proaktif memengaruhi kebijakan yang prorakyat, mendorong warga memenuhi hak dan kewajibannya, mempertahankan kearifan lokal, dan keluasan spektrum relasi juga termasuk ciri masyarakat sipil yang sehat.
Pendalaman
IMS yang difasilitasi Ajeng Kusuma Ningrum dan Firman Mudjahid dari
Yappika diikuti 21 orang, bertujuan menggunakan indeks sebagai media
menguatkan FLA untuk mendorong masyarakat sipil yang sehat di
masing-masing
kabupaten.
Dari proses ini peserta diharapkan bisa memanfaatkan indeks mendorong perbaikan masyarakat sipil dengan melibatkan pihak lebih luas di kabupaten khususnya anggota FLA.