Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anas: Capres Parpol Lain Silakan Kampanye Duluan

Anas: Capres Parpol Lain Silakan Kampanye Duluan

Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum
memastikan partainya tidak akan ikut-ikutan membahas bakal calon presiden di pemilihan presiden 2014 nanti dalam waktu dekat.  Ia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PB HMI) ini mempersilahkan kandidat bakal calon presiden dari partai lain untuk sosialisasi dan kampanye lebih dulu. Jika sudah waktunya, ia mengatakan mereka akan bertemu dengan "jagoan" dari Partai Demokrat.

"Demokrat tidak ingin buru-buru untuk urusan calon presiden. Kami mempersilakan pada bakal calon presiden dari partai lain untuk naik kereta duluan. Nanti kalau sudah waktunya akan bertemu juga dengan calon dari presiden demokrat tahun 2014," kata Anas di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Minggu (30/10).

Anas hadir di Makassar untuk mengukuhkan kepengurusan Partai Demokrat secara kolektif 24 DPC yang ada di Sulsel. Hadir bersamanya, Sekretaris Jenderal Edy "Ibas" Baskoro Yudhoyono, Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Jafar Hafsah, dan sederet elite DPP Demokrat lainnya.  Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini menambahkan Partai Demokrat telah berkomitmen sejak awal akan menjadikan tahun 2010-2013 sebagai tahun kerja.

Hal tersebut menjadi komitmen etis Partai Demokrat pada konstituennya atas kepercayaan rakyat pada Pilpres 2009 lalu.

Saat disinggung peluang dan kesempatannya mengendarai Partai Demokrat dalam Pilpres nanti, ia mengatakan hal tersebut menjadi wewenang mutlak elite partainya di tingkat Majelis Tinggi Partainya.
"Jika ada partai politik yang sudah menyiapkan bahkan mengkampanyekan bakal calon presidennya, maka kami dalam posisi menghormati itu tetapi tidak akan ikut-ikutan berbicara bakal calon presiden dalam waktu dekat," tambah Anas.

"Itu urusan majelis tinggi Partai Demokrat, majelis tinggi yang akan memutuskan siapa kader yang pantas menjadi calon presiden dari Demokrat," tambahnya.

Dua agenda besar yang saat ini menjadi fokus partainya yakni memastikan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat lebih berprestasi lagi dan melanjutkan proses konsolidasi partai sampai di tingkat kepengurusan terendah.

Ia membantah bungkamnya Partai Demokrat soal bakal calon presiden bukan karena hasil survei salah satu lembaga survei yang menyatakan kepercayaan publik terhadap Demokrat anjlok. Ia memastikan hasil survei tersebut tidak berpengaruh pada kredibelitas partainya.

Jika mau, katanya, hasil survei tersebut bisa saja ditelusuri untuk diketahui motivasi survei dan siapa yang membayar survei tersebut. Namun, dengan bijak ia mengatakan apapun motivasinya dan siapapun yang membiayai survei, hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi partainya.

Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI ini masih tetap yakin dan percaya diri. Berdasarkan survei yang dari lembaga yang kredibel justru posisi partainya tetap tinggi.

Anas belum tertarik untuk mengikuti jejak dua petinggi partai kompetitornya, Partai Golkar yang mengusung Ketua Umumnya Aburizal Bakrie dan Partai Gerindra yang memastikan Prabowo Subianto sebagai capres tunggal partainya. (*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved