CITIZEN REPORTER
Teater IKJ Pukau Penonton
Laporan dari Egy Massadiah dari Shanghai International Eksperimental Theatre 2011
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM -- Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta
mementaskan teater BOM ("BOMB") yang dilhami cerita pendek karya
sastrawan terkemuka Indonesia Putu Wijaya di Festival "6th International
Experimental Theatre Festival".
Malam ini pementasan berdurasi 50
menit yang digarap oleh Egy Massadiah dan Bejo Sulaktono memukau 200 an
penikmat teater yang memenuhi gedung Duan Juan Theatre di Shanghai.Musik
tradisi Batak, Bali, Bugis, Sunda, Jawa dan Papua membaur mengiringi
gerak gerak eksperimental para pemain.
Professor Gu Yi An pengajar di acting departmen Shanghai Academy Theatre
yang ikut menyaksikan pertunjukan BOMB berkomentar, "saya melihat
sebuah akar tradisi teater tradisionil, yang menggunakan tubuh dan gerak
sebagai sebuah bahasa.Kami seperti mendapat energi lain setelah
menonton meskipun tidak memahami jalan ceritanya, ini luar biasa buat
saya" ujarnya
Sementara Professor Yi Jai dosen di Shanghai Academy Theatre mengajar
bidang dramaturgi dan playwriting memuji tim BOMB, "menarik dan luar
biasa karena mengeksplore elemen bayangan dan layar, saya kira kekuatan
teater tradisi indonesia sangat kaya, ini perkawinan sempurna teater
tradisi dan teater kontemporer.Pertunjukan ini sarat dengan isu isu
dunia seperti perang, kudeta dan perdamaian," ujarnya
Adapun Jeffrey Sichel dari UNESCO Departmen International Theatre
Institute yang juga menyaksikan BOMB, berkomentar, "super unik, special,
karena pertunjukan ini merupakan teater tingkat tinggi, hanya bisa
terjadi panggung, tak bisa kita temukan lewat media lain semacam tv atau
film. Sebuah puisi kehidupan dan saya meyakini pertunjukan BOMB ini
punya makna keindahan yang maha dahsyat. Idenya cemerlang, memberi
inspirasi, pesan nya sangat dalam dan aktual bagi situasi dunia,"ujarnya
bersemangat.
Ia menambahkan, "Kontribusi grup Indonesia dalam
festival yang bergengsi ini sangat kami apresiasi, " kata Sichel
producer dan director pertunjukan The Beauty Trap dari Boston yang juga
mengikuti festival tersebut.
Six The International Experimental Theatre Festival diselenggarakan
Shanghai Theatre Academy sejak tahun 2001. Festival ini menarik
perhatian luas para penggiat dan pengamat teater dari berbagai negara,
seperti Jerman, Kanada, Jepang, Norwegia, Belanda, Amerika dan
sebagainya. Pada festival tahun ini tampil peserta antara lain Shanghai
Theatre Academy China, The Norwegian Theatre, Compagnie Soulier Barnes
France, Cambridge School of Weston USA, Jack Elliott Productions USA,
Beijing Theatre China, Korean National University of Arts dan Institut
Kesenian Jakarta, Indonesia.
Selama festival yang berlangsung sampai 30 September, menurut Egy
Massadiah, digelar antara lain pementasan produksi teater dari
organisasi dan sekolah teater kelas dunia, serta simposium mengenai
teater dan kebudayaan.
Jumlah rombongan IKJ sebanyak 14 orang terdiri dari para mahasiswa
teater, alumni serta 3 orang pengajar/dosen. BOMB sendiri tampil
sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 25 malam hari dan 26 September pada
siang hari dan juga malam hari. Para aktor/aktris yang ikut mendukung
antara lain; Aprial Hasfa, Asbar Atma, R.H Simanjuntak, Ucok Siregar,
Firsty, Vero, Anie, Shendy, Yamin, Rico, Putra dan Eric.
Pertunjukan BOMB ini tidak verbal, tetapi penuh visual yang bernafaskan kekayaan tradisi Indonesia.
Di akhir pertunjukan para pemain muncul di atas panggung, lagu "Jangan
Menangis Indonesiaku" karya Almarhum Harry Roesly mengalun pelan, aroma
Indonesia sungguh kental. Para aktor menjadi kuas yang melukiskan
cerita di atas panggung.
Kami berharap dapat membagikan sebuah perenungan terhadap negeri yang
dilanda “BOM” tak berkesudahan