Citizen Reporter
Jangan Malu Menjadi Petani
diperoleh hasil Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 6,4 ton perhektar atau sebanding dengan nilai rupiah 21 juta rupiah perhektarnya
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ridwan Putra
Staf Humas Pemkab Bulukumba
Melaporkan dari Bulukumba
UNTUK pertama kalinya Desa Bontobiraeng, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, mengadakan Panen Raya Tanaman Padi. Kegiatan ini dilaksanakan atas swadaya masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani.
Panen Raya yang dilaksanakan oleh kelompok tani Kaluku Joko, Senin (19/9/2011), itu dihadiri Wakil Bupati H Syamsuddin, Ketua Komisi B Abd Kahar Muslim yang sekaligus Ketua KTNA Kecamatan Kajang, Kadis Pertanian TPH Azikin Pateduri, Kepala Badan Ketahanan Pangan Hj Rustinah, dan para penyuluh pertanian dan para kelompok tani.
Dari hasil panen di areal sawah 30 hektar yang menggunakan sistem tanam Legowo 21 tersebut, diperoleh hasil Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 6,4 ton perhektar atau sebanding dengan nilai rupiah 21 juta rupiah perhektarnya.
Wabup Syamsuddin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, menurutnya pertemuan atau Tudang Sipulung seperti ini hendaknya dikembangkan terus, namun yang penting kata dia, pokok dari pertemuan seperti ini adalah kualitas pembicaraannya, bukan pada makanannya. Ke depan, lanjut Syamsuddin, Tudang Sipulung dapat dilakukan pada jelang musim tanam dilakukan.
“Jadi para petani dapat merembukkan kapan dimulainya turun tanam, varietas benih apa yang cocok ditanam, dan hal-hal penting lainya terkait untuk meningkatkan produksi padi” tukas Syamsuddin.
Sebelum dialog dimulai yang dipandu oleh Kadis Pertanian, para hadirin dipersilahkan berdiri untuk meneriakkan yel “Saya Bangga Menjadi Petani”. Menurut Azikin Pateduri, petani menjadi pilar utama dalam keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia, olehnya itu diharapkan para petani jangan merasa malu atau minder atas profesinya, karena bertani adalah pekerjaan terhormat.
Beberapa permasalahan yang dikeluhkan oleh para petani adalah seputar infrastruktur pertanian seperti jalan desa dan jalan usaha tani, pengairan atau pompanisasi, penanganan hama tikus dan keong mas, serta permintaan bantuan hand traktor untuk membajak sawah.(*)