• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribun Timur

Rumah Hijau Denassa dan Burung Cui-Cui

Selasa, 13 September 2011 09:00 WITA
Rumah Hijau Denassa dan Burung Cui-Cui
int
Burung Cui-cui mirip
Darmawan Denassa
(Pendiri Rumah Hijau Denassa)

SEBAB jarang terlihat di Rumah Hijau Denassa (RHD)  dan  di kampung sekitar, saya pernah kwatir dengan habitat burung Cui-cui Hijau.  Jenis burung ini sejak beberapa tahun terakhir ditangkap dan diperdagangkan.

Saya pernah melihat di pasar burung samping Kantor Pos Besar Makassar, seseorang memborong burung Cui-cui Hijau untuk kebutuhan  ritual. 

Ciri-ciri burung ini memiliki badan dengan panjang tujuh hingga  10 centimeter, bermata hitam dengan garis putih penuh dipinggirnya. Saya beri nama burung Cui-Cui Hijau karena seluruh bulunya  berwarna hijau dengan kombinasi warna hijau muda dan hijau tua.

Sedangkan nama Cui-Cui memang  sudah sejak lama masyarakat di sekitar RHD memberikan nama itu, kemungkinan besar diambil untuk mewakili  suara jenis burung ini karena didominasi dengan bunyi "cui-cui".
 
Beberapa jenis burung oleh masyarakat dengan nama cui-cui karena memiliki kemiripan bentuk tubuh dan suara. Dari beberapa  jenis burung ini, Cui-Cui Doke merupakan jenis yang paling jarang terlihat sejak lama. Perbedaannya dari burung lain pada dada Cui-cui Doke terdapat warna merah menyala seperti warna jantung pisang (doke). Sedangkan yang memiliki populasi terbanyak adalah Cui-Cui Hijau, tapi itu beberapa tahun lalu sekarang sudah mulai jarang terlihat.
 
Pagi ini  (13/9) kami sekeluarga dikagetkan dengan kedatangan puluhan Burung Cui-Cui dari jenis Hijau dan Coklat. Jumlah mereka antara 60-80 ekor. Mereka mengerumuni beberapa pohon koleksi RHD yang saat ini tengah berbunga dan  berbuah.
Mereka mengeluarkan ramai mengeluarkan suara yang khas  di pohon Buti-Buti, Bingkuru, Markisa, Kaleleng, dan Kersen. Memakan buah-buahan dan serangga di pohon-pohon itu.

Suara mereka cukup riuh seperti kegirangan.  Kami mengabadikan kunjungan mereka dengan handycam dan memotrennya dari dalam rumah. Kami  tidak berani mendekati, kwatir mereka terusik dan tidak ingin ke RHD lagi. Jenis burung ini memang agak liar.

Selain jenis cui-cui, burung lain yang rutin berada di RHD antara lain Kutilang, Pipit, dan Pote.  Bahkan mereka membuat sarang dibeberapa pohon tertentu. Aturan di RHD hewan tidak diizinkan diganggu. Kami amati dengan  aturan ini hewan-hewan  merasa nyaman di RHD, bahkan beberapa diantaranya bisa berkembang biak dengan tenang.

Penulis: Dahlan Dahi
Editor: Ridwan Putra
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
31601 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas