A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mamasa-Polewali Tertutup 4 Titik Longsor - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Timur

Mamasa-Polewali Tertutup 4 Titik Longsor

Rabu, 4 Mei 2011 09:47 WITA
MAMASA, TRIBUN-TIMUR.COM - Empat titik longsor di sepanjang jalur perbatasan kabupaten Mamasa-Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memutuskan jalur transportasi antar dua kabupaten, sejak Senin petang lalu.

Untuk membuka akses jalan, warga bergotong royong menyingkirkan timbunan longsor dan pepohonan yang tumbang. Meski jalur sepang 40 kilomter rawan longsor, setiap kali hujan terjadi, Dinas PU setempat tidak menyiagakan peralatan berat di jalur ini.

"Kita cuma pake cangkul atau linggis menyingkirkan timbunan longsor, jadinya lama," tutur Bernadus warga setempat yang turut meyingkirkan longsor.

Hingga Rabu (4/5/2011), sedikitnya empat titik longsor memutuskan akses jalan di jalur ini. Warga yang bepergian dari Mamasa ke Polewali dan sebaliknya tertahan sejak kemarin. Sebagian pengendara memilih pulang atau membatalkan perjalanan mereka.

Kemarin, Agus salah satu sopir truk pengangkut alat berat yang sedianya akan mengambil alat berat di Mamasa pukul 12.00 wita, namun hingga pukul 17.30 wita ia masih tertahan di kawasan longsor.  "Saya sudah melintasi dua titik longsor, di depan sana katanya masih ada sejumlah titik," ujar agus kemarin.

Mereka pun lantas mengeluhkan lambannya pemerintah setempat dalam mengatasi situasi darurat longsor tersebut. Mereka menilai pemerintah tidak tanggap dan menyiagakan alat berat di jalur yang kerap mengalami longsor.

Kondisi tanah yang labil di sepanjang jalur ini, serta kondisi bukit yang terjal menyebabkan lokasi ini rawan longsor. (*)
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
6481 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas