Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gempa Myanmar Tewaskan 25 Orang

Badan meteorologi Thailand Jumat mengatakan telah tercatat enam gempa susulan berkekuatan besar.

Editor: Ina Maharani

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

YANGON, TRIBUN-TIMUR.COM -- Lebih darI 25 orang tewas dan puluhan bangunan hancur saat gempa kuat melanda Myanmar dekat perbatasan Thailand.

Para pejabat dari kedua negara mengatakan Jumat (25/3/2011) gempa berkekuatan 6,8 SR terasa hingga Bangkok. Pusat gempa berjarak hampir 800 kilometer (500 mil) dari Bangkok.

Begitu juga gempa dialami di Hanoi dan sebagian dari wilayah China saat gempa bumi mengguncang Kamis (24/3/2011) malam.

US Geological Survey (USGS) mengukur besarnya kekuatan gunjangan gempa 6.8 SR.A

Pemerintah Myanmar memprediksi ada "banyak korban" di kota Tarlay, dekat dengan pusat gempa. Sampai dengan laporan terakhir diterima paling tidak 23 orang tewas di daerah ini.

"Lima biara dan 35 bangunan runtuh di kota. Banyak orang tewas ketika bangunan runtuh," kata pejabat, yang menolak disebutkan namanya kepada NHK, Jumat (25/3/2011).

Dua puluh orang dikabarkan terluka di Tarlay di distrik Tachileik. Jalan utama ke kawasan itu ditutup setelah rusak dihantam gempa.

Pun di seberang perbatasan Tachileik, pihak berwenang Thailand mengatakan seorang wanita 52 tahun tewas di distrik Mae Sai setelah tembok rumahnya runtuh.

Dilaporkan semua penduduk di seluruh wilayah meninggalkan rumah mereka saat gedung-gedung tinggi dan rumah sakit dan sekolah tergunjang. Semua warga telah dievakuasi.

Menurut keterangan BMKG setempat gempa berada 90 kilometer (60 mil) utara Chiang Rai dan 235 kilometer (150 mil) utara-timur laut dari Chiang Mai, kota kedua Thailand dan tujuan wisata populer.

Badan meteorologi Thailand Jumat mengatakan telah tercatat enam gempa susulan berkekuatan besar.

Gubernur Chiang Somchai Hatayatanti kepada AFP Kamis lalu mengatakan upaya dilakukan untuk mengevakuasi warga dari gedung tinggi. Ia juga telah memerintahkan semua pasien dari RSUD Mae Sai harus segera dievakuasi.

Getaran gempa juga dirasakan di seluruh propinsi China barat daya Yunnan. Demikian dilaporkan China National Radio.

Namun, hingga kini tidak ada korban atau runtuhnya bagunan terjadi di China.

Gempa dilaporkan hanya menyebabkan retak di beberapa rumah dan sekolah-sekolah di sekitar wilayah Xishuangbanna, yang berbatasan dengan Myanmar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved