Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Karakter Petarung PSM Memudar, Posisi di Klasemen Terancam

PSM Makassar disorot karena kehilangan karakter petarung, kalah 0-2 dari Dewa United di Parepare.

Tribun-timur.com/Ist
PSM MAKASSAR - Skuad PSM Makassar. PSM Makassar disorot karena kehilangan karakter petarung, kalah 0-2 dari Dewa United di Parepare. 
Ringkasan Berita:
  • PSM Makassar menuai kritik setelah kalah 0-2 dari Dewa United di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulsel.
  • Klub dengan tujuh gelar juara ini dinilai kehilangan karakter khasnya: permainan cepat, keras, dan semangat juang tinggi. 
  • Legenda Toni Ho menilai PSM tak lagi menunjukkan filosofi Bugis-Makassar yang berjiwa petarung. 
  • Pasukan Tomas Trucha kini menghadapi ujian berat melawan Persija Jakarta, dengan posisi tertahan di peringkat 13 klasemen sementara.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Penampilan PSM Makassar kembali menuai kritik tajam.

Klub dengan tujuh gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu dinilai kehilangan karakter khasnya di lapangan.

Gaya bermain cepat, keras, ngotot, dan penuh semangat juang yang selama ini melekat pada Juku Eja tak lagi terlihat dalam beberapa laga terakhir.t

Terutama saat tampil di kandang sendiri.

Kondisi ini semakin jelas ketika PSM Makassar dipermalukan Dewa United dengan skor 0-2 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Selama 90 menit, anak asuh Tomas Trucha tampil tanpa gairah.

Taktik compact defence diterapkan, membuat pemain PSM lebih banyak bertahan di area sendiri.

Akibatnya, Dewa United leluasa menguasai bola dan membangun serangan tanpa tekanan berarti dari pemain PSM Makassar.

Tak ada pressure ketat ditunjukkan untuk merebut bola.

Gaya bermain PSM Makassar ini dikeluhkan legendanya, Toni Ho.

“Melihat penampilan pemain, tidak punya gairah, tidak sesuai kita punya budaya, filosofi Bugis-Makassar.  Tidak ada jiwa petarung,” sebutnya saat dihubungi Tribun-Timur.com,  Senin (16/2/2026). 

Pelatih berlisensi AFC ini mengungkap, PSM Makassar dulu diperhitungkan karena daya juga tinggi. 

Pemain tak kenal lelah sampai peluit panjang pertandingan dibunyikan. 

Mungkin secara teknik pemain PSM Makassar dulu kalah, tapi semangat pemain tak pernah kalah.

“Kita mau bertarung sampai menit terakhir bertarung. Jadi setiap lawan masuk ke Makassar, sudah berpikir karena kami tak pernah takut main,” katanya.

PSM Makassar mendapat ujian berat di tengah usaha bangkit. 

Pasukan Tomas Trucha akan melawat ke markas Persija Jakarta pada pekan 22 Super League.

Duel kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Jumat (20/2/2026). 

PSM Makassar wajib menang jika ingin menjauh dari kejaran tim papan bawah. 

Tim penyandang semangat Ewako ini berada di peringkat 13 dengan 23 poin. 

PSM Makassar punya catatan buruk bermain di kandang Macan Kemayoran. 

Mereka tak pernah di empat tahun terakhir. Tren buruk ini perlu diruntuhkan. 

Di lain sisi, Persija butuh kemenangan juga demi menjaga asah persaingan perburuan juara musim ini.

Persija Jakarta berada di peringkat tiga dengan 44 poin. Di bawah Persib Bandung dan Borneo Samarinda FC.

Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak berharap, ada perubahan strategi lebih bagus dari PSM Makassar

Kalau tidak, mereka harus berhati-harti. Lantaran posisinya belum aman di klasemen. 

“Pelatih harus mengembalikan performa  tim seperti sebelumnya. Tunjukkan karakter sepak bola Makassar,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved