Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

5 Kekalahan Beruntun, PSM Makassar Wajib Evaluasi Lini Pertahanan

PSM Makassar belum keluar dari tren negatif. Lima kekalahan beruntun membuat posisi Juku Eja rawan mendekati zona degradasi.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Ist
PSM MAKASSAR - Skuad PSM Makassar musim 2025/2026. PSM Makassar belum keluar dari tren negatif. Lima kekalahan beruntun membuat posisi Juku Eja rawan mendekati zona degradasi. 
Ringkasan Berita:
  • PSM Makassar menelan lima kekalahan beruntun di Super League 2025/2026 dan kini berada di peringkat ke-12 klasemen dengan 19 poin, hanya terpaut tujuh poin dari zona degradasi. 
  • Rentetan hasil buruk tersebut dipicu oleh lemahnya lini pertahanan, yang kerap kebobolan cepat dan gagal mengantisipasi serangan balik serta bola mati lawan. 
  • Pengamat sepak bola menilai masalah utama terletak pada koordinasi dan transisi bertahan yang belum solid.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Alarm bahaya mulai berbunyi di kubu PSM Makassar.

Rentetan lima kekalahan beruntun membuat posisi Juku Eja kian rawan dan memaksa tim melakukan evaluasi serius.

Jika tren negatif ini tak segera dihentikan, PSM Makassar terancam kembali terseret ke papan bawah klasemen Super League 2025/2026.

Saat ini, Pasukan Ramang berada di peringkat ke-12 dengan koleksi 19 poin.

Jarak poin PSM Makassar dengan zona degradasi pun semakin menipis.

Laskar Ayam Jantan dari Timur hanya unggul tujuh poin atas Persijap Jepara yang menghuni batas atas zona merah.

Rentetan hasil buruk tersebut tidak terjadi secara kebetulan.

Sejumlah kesalahan elementer terus berulang, terutama di lini pertahanan yang kerap kehilangan konsentrasi sejak menit-menit awal pertandingan.

Anak asuh Tomas Trucha ini tiga kali kebobolan ketika pertandingan baru dimulai.

PSM Makassar kemasukan gol di menit kedua ketika melawan Malut United pada pekan 15 Super League.

Gol dicetak striker David Da Silva memanfaatkan kelengahan pemain PSM Makassar

Gol semata wayang tersebut membuat Malut United pulang dengan tiga poin dari markas PSM Makassar, Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulsel, Minggu (21/12/2025). 

Gawang Juku Eja kebobolan cepat lagi saat menjamu Bali United pada pekan 17 Super League, Jumat (9/1/2026).

Pemain Bali United Mirza Mustafic hanya butuh waktu 33 detik setelah peluit pertandingan dibunyikan untuk menjebol gawang PSM Makassar

Bali United menggandakan skor menjadi 2-0 melalui gol Thijmen Goppeng di menit 90+4 memanfaatkan serangan balik cepat. 

Serdadu Tridatu pun berhasil membawa pulang tiga poin dari Stadion BJ Habibie.

Terakhir, gawang PSM Makassar bergetar cepat ketika menantang Persijap Jepara pada awal putaran kedua, Sabtu (24/1/2026). 

Gol dicetak penyerang Persijap Carlos Franca di menit keempat. Gol dilesakkan memanfaatkan skrimit di depan gawang. 

Tak hanya gol cepat, gawang PSM Makassar juga sering kebobolan dari serangan balik cepat.

Penyebabnya, garis pertahanan tinggi.

Pemain terakhir PSM Makassar ketika menyerang berada di tengah lapangan.

Belum lagi ketika dua bek tengah Aloisio Neto Soares dan Yuran Fernandes membantu serangan, khususnya bola mati.

Lawan PSM Makassar memanfaatkan situasi ini dengan membangun serangan dari sisi sayap. 

Lalu menusuk ke kotak penalti Laskar Ayam Jantan dari Timur. 

Atau lawan langsung long pass ke jantung pertahanan PSM Makassar. Penyerangnya dibiar berduel dengan bek PSM Makassar

Tiga gol dari lima laga terakhir tercipta dari transisi positif ke transisi negatif Yuran Fernandes yang kurang.n

Yakni, saat kalah lawan Bali United dan Malut United. 

Ditambah lagi, juara Liga 1 2022/2023 ini dua kali kemasukan dari eksekusi bola mati sepak pojok.

Yaitu, gol diciptakan striker Persib Andrew Jung dan striker Borneo Samarinda FC Joel Vinicius.

Tentu ini menjadi ironi karena PSM Makassar memiliki banyak pemain dengan postur badan tinggi.

Namun, justru gagal mengantisipasi. 

Total delapan gol bersarang ke gawang Yuran Fernandes cs di lima pertandingan terakhir.

Pengamat Sepak Bola Toni Ho menyebut, masalah utama PSM Makassar ada di lini pertahanan. 

Pemain belakang mudah panik ketika diserang. Koordinasi pun renggang. 

Olehnya itu, ia menyarankan penggawa Pasukan Ramang fokus latihan pertahanan menghadapi pertandingan ke depan.

“Fokus pada menu latihan spesifik untuk memperkuat pertahanan agar tim tidak mudah kebobolan lagi,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (26/1/2026).

Toni Ho menilai situasi kurang ideal dialami PSM Makassar tak lepas dari pergantian pelatih di tengah kompetisi.

Tomas Trucha menukangi Laskar Ayam Jantan dari Timur menggantikan Bernardo Tavares. 

Dua juru taktik asal Eropa ini memiliki perbedaan filosofi taktikal.

Bernardo Tavares cenderung bermain lebih bertahan. 

Begitu bola tak didapat, dalam hitungan detik pemain kembali ke area pertahanan mengatur organisasi.

Sedangkan Tomas Trucha punya konsep bermain terbuka. Memanfaatkan penguasaan bola tinggi.

Masalahnya ada di transisi negatif PSM Makassar

“Untuk mengubah tidak mudah (gaya bermain). Saya tidak tahu apa alasannya Tomas mengubah, tapi ini sah-sah saja,” ucapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved