Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ratna Ramang Wafat

3 Tahun Ratna Ramang Berjuang Lawan Sakit

Putri kedua dari empat bersaudara, Hj Ratna Ramang, meninggal dunia pada Sabtu (13/12/2025) pagi, pukul 06.20 Wita

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PUTRI RAMANG - Jenazah Hj Ratna binti Ramang saat disemayamkan di rumah duka, di Jalan Andi Djemma Lorong 8, Nomor 3, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, Sabtu (13/12/2025). Putri legenda sepak bola Indonesia dan PSM Makassar, Ramang itu meninggal dunia dalam usia 77 tahun. 

Ringkasan Berita:Kabar duka menyelimuti keluarga besar legenda sepak bola Indonesia dan PSM Makassar, Ramang. Putri kedua dari empat bersaudara, Hj Ratna Ramang, meninggal dunia pada Sabtu (13/12/2025) pagi, dalam usia 77 tahun.
 
Hj Ratna Ramang, yang lahir di Ujung Pandang pada 28 April 1948, dikenal sebagai satu-satunya anak perempuan dari pasangan Andi Ramang dan istrinya, Sarinah.
 
Ia kini menyusul ketiga saudaranya, Rauf Ramang, Anwar Ramang, dan Arsyad Ramang, yang telah lebih dahulu wafat.

 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kabar duka menyelimuti keluarga besar legenda sepak bola Indonesia dan PSM Makassar, Ramang.

Putri kedua dari empat bersaudara, Hj Ratna Ramang, meninggal dunia pada Sabtu (13/12/2025) pagi, pukul 06.20 Wita, dalam usia 77 tahun.

Hj Ratna Ramang, yang lahir di Ujung Pandang (Makassar) pada 28 April 1948, dikenal sebagai satu-satunya anak perempuan dari pasangan Andi Ramang dan istrinya, Sarinah.

Ia kini menyusul ketiga saudaranya, Rauf Ramang, Anwar Ramang, dan Arsyad Ramang, yang telah lebih dahulu wafat.

Rumah duka yang dipenuhi pelayat berlokasi di Jalan Andi Djemma Lorong 8, Nomor 3, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel.

Lokasi ini menjadi saksi bisu berkumpulnya keluarga dan kerabat, termasuk keluarga besar PSM Makassar yang turut menyampaikan duka mendalam.

Perwakilan manajemen PSM, Sulaiman Abdul Karim, tampak hadir, dan karangan bunga dari tim berjuluk Juku Eja itu juga dikirimkan.

Di rumah berlantai dua tersebut, foto Ramang sang legenda abadi masih terpajang di sudut dinding.

Baca juga: Ratna Dimakamkan Dekat Legenda PSM Ramang di Panaikang Usai Shalat Asar

DI tempat itu pula Hj Ratna menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama adik iparnya, Hj Nurjannah, dan ponakan-ponakannya.

Irwan (51), anak sulung Hj Nurjannah sekaligus keponakan almarhumah, mengungkapkan bahwa Hj Ratna ditemukan meninggal oleh ibunya.

Ia menjelaskan, almarhumah telah berjuang melawan sakit selama tiga tahun terakhir.

Penyakit yang diidapnya cukup beragam dan kompleks.

Baca juga: 4 Bulan Hajja Ratna Putri Ramang Legenda PSM Makassar Terbaring Sakit, Dirawat Ipar dan Keponakan

“Komplikasi. Mulai dari osteoporosis hingga diabetes, bahkan sempat didiagnosis dokter mengalami stroke ringan,” kata Irwan.

Menurut Irwan, kondisi kesehatan Hj Ratna kian memburuk drastis dalam empat bulan terakhir, sehingga almarhumah tidak lagi memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit.

“Tiga empat bulan terakhir kondisinya drop sekali. Bahkan, untuk berjalan atau bangun dari tidur pun, beliau sudah tidak sanggup,” tambahnya.

Rencananya, jenazah Hj Ratna Ramang akan disalatkan di Masjid Al Ikhlas Lorong 6 setelah ashar, dan kemudian dimakamkan di TPU Panaikang, berdampingan dengan makam sang ayah, Andi Ramang.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved