Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Konsultan Sepak Bola Asal Barcelona Kunjungi Akademi PSM Makassar Jelang EPA

Ekkono Method mengirim instruktur Pol Deulonder untuk menambah wawasan pengembangan talenta muda Pasukan Ramang

|
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ari Maryadi
Kaswadi Anwar/Tribun Timur
EPA PSM MAKASSAR - Instruktur Ekkono Method Pol Deulonder membagikan ilmu sepak bola kepada Direktur Teknik Akademi PSM Makassar Akbar Rasyid di Sekretariat PSM Makassar, Jl Balai Kota, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (24/9/2205). Ekkono Method visit ke PSM Makassar selama tiga hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Akademi PSM Makassar mendapat ilmu sepak bola jelang mengarungi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.

Kompetisi sepak bola usia 16 tahun, 18 tahun dan 20 tahun itu dijadwalkan bergulir Oktober mendatang.

Ekkono Method perusahaan konsultan sepak bola asal Barcelona, Spanyol kunjungi ke Akademi PSM Makassar selama tiga hari, Senin-Rabu (21-24/9/2025).

Ekkono Method mengirim instruktur Pol Deulonder untuk menambah wawasan pengembangan talenta muda Pasukan Ramang.

Materi diberikan kepada jajaran pelatih dan pemain. Pembekalan berlangsung di Sekretariat PSM Makassar, Jl Balai Kota, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Sedangkan praktek digelar di Lapangan Bosowa Sport Center, Jl Teuku Umar, Kota Makassar.

Visit Ekkono Method ke Akademi PSM Makassar bagian dari program kerja sama dengan I.League selaku operator sepak bola Indonesia.

Pol Deulonder mengatakan, tahun kedua proyek ini berjalan fokusnya pada direktur akademi.

Kerja sama juga dilakukan kepada pelatih dan pemain.

“Kami lakukan adalah berlatih dengan semua orang untuk mengembangkan mereka semua, membantu meningkatkan metodologi klub dan lainnya,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com, Rabu (24/9/2025).

Namun, ungkap dia, fokus utama adalah memilih tiga pemain dianggap paling potensial.

Pemain tersebut disiapkan laporan individu sebagai pondasi di posisi mereka.

“Sehingga para pemain dapat berkembang dengan menambahkan konsep baru, poin-poin kunci baru ke dalam permainan mereka,” tambahnya.

Dalam menilai potensi pemain, Pol Deulonder menyebut banyak kriterianya.

Seperti pemain memiliki fisik bagus, kuat duel dan kemampuan teknis mumpuni.

Akan tetapi, paling penting aspek kognitif dan pemahaman permainan.

“Itu yang sangat kita fokuskan,” sebutnya.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu meminta penggawa Pasukan Ramang berlatih keras.

Manfaatkan setiap sesi latihan untuk berkembang semaksimal mungkin.

Ia mengerti pemain akan bermain game seperti berlatih selama seminggu.

Kalau mereka ingin bermain sangat baik, bermainlah selama 5 atau 80 menit.

“Jika mereka ingin bermain dengan baik selama menit-menit itu, mereka harus berlatih dengan baik,” pintanya.

Pol Deulonder juga mengingatkan pemain muda PSM Makassar ini memiliki perjalanan karier panjang.

Mereka masih memiliki beberapa musim untuk berkembang sebagai pemain dan berada di EPA.

“Proyek ini kesempatan yang sangat baik untuk memperhatikan, mendengarkan para pelatih, dan untuk berkembang,” imbaunya.

Pelatih berlisensi UEFA A ini berharap, Akademi PSM Makassar terus berkembang.

Artinya, mampu memperbaiki cara pembinaan dan melahirkan pemain hebat,

“Prioritas kita semua di Makassar adalah mencetak pemain-pemain yang lebih komplet, lebih bagus, lebih siap untuk sepak bola profesional, itu harapan yang utama,” harapnya.

Agar itu tercapai, kata dia, harus mempunya akademi yang terstruktur dengan baik. Metodologi dan analisis pemain wajib ditingkatkan.

“Itu sesuatu yang tak boleh berhenti. Harus ditingkatkan, karena jika tidak, apa yang tidak membaik akan semakin buruk,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved