Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Daftar Lengkap 5 Paket Perbaikan Jalan di Sulsel, Lelang Dimulai

Dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), lima paket ini dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025-2027.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM
JALAN SULSEL - Kondisi Jalan Hertasning yang tampak rusak di sejumlah titik, sementara Jalan Aroepala mulai terlihat pengerasan beton. Pemprov Sulsel melalui Dinas BMBK memastikan perbaikan ruas Hertasning-Aroepala dikerjakan tahun ini.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lima paket jalan di Sulawesi Selatan (Sulsel) masuki tahap lelang konstruksi pengerjaan.

Tahap lelang manejemen konstruksi sudah selesai, tahap berikutnya lelang pengerjaan jalan.

"Sudah di tahap tender. Sudah proses pra-kualifikasi, dan kita menunggu saja hasilnya dari Biro barang dan jasa. Kalau konsultan MK sudah siap, sudah ada sama kami, sisa kontraktor pelaksanaan yang kita menunggu proses," kata Kepala Bidang Preservasi Jalan, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Irawan Dermayasamin pada Selasa (23/9/2025).

Pantauan Tribun-Timur.com dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), lima paket ini dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025-2027.

SPSE merupakan aplikasi dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memfasilitasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara digital.

Paket 1 dianggarkan Rp 490 Miliar mencakup jalan di Makassar, Gowa, Sinjai dan Bulukumba.

Kemudian paket 2 dianggarkan Rp 278 Miliar untuk jalan di Gowa, Makassar, Jeneponto dan Takalar.

Baca juga: 393 Km Jalan Rusak di Maros, Dinas PUTRPP Butuh Rp1,1 Triliun

Paket 3 dianggarkan 488,5 miliar dengan perbaikan di Sidrap, Enrekang, Pinrang dan Barru.

Paket 4 dialokasikan Rp 630,9 miliar khusus perbaikan jalan di Barru, Wajo dan Bone.

Sementara paket terakhir dianggarkan Rp 389 miliar untuk Bone, Soppeng, Pangkep dan Barru.

"kemungkinan masa proses pra-kualifikasi ini butuh satu bulan lebih," lanjutnya.

Targetnya proses lelang selesai di akhir Oktober, setelah itu masuk penanganan.

Preservasi Paket 1

Kota Makassar

Jl. Hertasning → 1,80 km

Jl. Aroepala → 1,80 km

Kabupaten Gowa

Jl. Tun Abdul Razak → 3,68 km

Jl. HM Yasin Limpo → 7,85 km

Burung-burung – Bili-bili → 6,95 km

Sungguminasa – Malino → 61,40 km

Malino – Batas Sinjai → 37,60 km

Kabupaten Sinjai

Batas Gowa – Tondong → 49,82 km

Botolempangan – Batubelerang – Batas Bulukumba → 24,30 km

Batas Bulukumba – Sanjai – Sinjai → 21,78 km

Kabupaten Bulukumba

Batas Sinjai – Palampang → 15,86 km

Tanete – Tanaberu → 56,88 km

Kalimporo – Sumalaya – Batas Sinjai → 10,52 km

Preservasi Paket 2

Kabupaten Gowa

Panciro – Batas Kota Makassar → 4,18 km

Palangga – Salekoa – Batas Takalar → 14,20 km

Sapaya – Malino → 33,77 km

Kota Makassar

Batas Kab. Gowa – Barombong – Batas Takalar → 2,32 km

Kabupaten Takalar

Batas Kota Makassar – Bontoramba → 19,62 km

Bontoramba – Galesong – Patallassang → 11,06 km

Batas Gowa – Tanakaraeng → 6,80 km

Tanakaraeng – Sapaya – Batas Jeneponto → 72,09 km

Palleko – Towata → 10,93 km

Kabupaten Jeneponto

Batas Jeneponto – Rumbia – Jeneponto → 34,41 km

Preservasi Paket 3

Kabupaten Pinrang

Paleteang – Malimpung – Batas Enrekang → 19,00 km

Pinrang – Batas Sidrap → 11,10 km

Batas Sidrap – Malimpung → 4,90 km

Mario – Binabaru – Batas Pinrang → 12,61 km

Kabupaten Enrekang

Batas Enrekang – Kabere → 4,56 km

Batas Enrekang – Anabannae – Dongi – Tanrutedong → 20,87 km

Kotu – Masale – Baroko – Batas Kab. Tana Toraja → 43,46 km

Batas Kab. Enrekang (Kaduaja) – Mebali → 17,02 km

Kabupaten Sidrap

Batas Pinrang – Rappang → 8,40 km

Pangkajene Sidrap – Rappang → 9,30 km

Batas Soppeng – Pangkajene Sidrap → 22,75 km

Soppeng – Batas Sidrap → 34,94 km

Salokarajae – Batas Sidrap → 9,02 km

Kabupaten Barru

Takkalasi – Bainange – Batas Soppeng → 18,70 km

Batas Barru – Lawo → 18,22 km

Preservasi Paket 4

Kabupaten Barru

Pekkae – Batas Soppeng → 33,30 km

Kabupaten Soppeng

Batas Barru – Takalalla → 25,82 km

Takalalla – Cabbenge – Salonro → 18,17 km

Salonro – Batas Wajo → 8,23 km

Cabbenge – Soppeng → 11,81 km

Salaonro – Batas Bone → 11,00 km

Lajoa – Pacongkang – Citta – Batas Bone → 19,27 km

Kabupaten Wajo

Batas Soppeng – Ulugalung → 12,16 km

Impa-Impa – Anabanua → 16,90 km

Anabanua – Malake – Batas Sidrap → 28,60 km

Solo – Peneki – Kulampu → 45,87 km

Doping – Atapange → 15,82 km

Kabupaten Bone

Batas Bone – Pompanua → 11,73 km

Waempubbu – Pompanua → 22,79 km

Batas Bone – Tobenteng → 5,33 km

Preservasi Paket 5

Kabupaten Bone

Tanabatue – Sanrego – Palattae → 31,34 km

Palattae – Bojo → 23,43 km

Ujung Lamuru – Palattae → 44,22 km

Ujung Lamuru – Batas Soppeng → 19,63 km

Bakunge – Solo – Sampie → 9,10 km

Batas Pangkep – Tondong Bua – Batas Barru → 10,40 km

Batas Barru – Parigi → 25,80 km

Kabupaten Soppeng

Batas Soppeng – Takalalla → 11,18 km

Kabupaten Pangkep

Pangkep – Tondongkura – Batas Bone → 34,10 km

Kabupaten Barru

Batas Bone – Bacuapie – Balangbaru → 9,55 km

Beda Era

Perbaikan jalan di Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup berbeda di era Andi Sudirman - Fatmawati Rusdi.

Umumnya perbaikan jalan dianggarkan tiap tahun pada ruas-ruas tertentu.

Namun, langkah Andi Sudirman justru berbeda dianggarkan Multiyears

Baginya, skema multi years ini lebih efisien dibandingkan single years.

"Anggaran 2,4 Triliun untuk 3 tahun itu untuk bangun Sulsel sehingga bisa efisiensikan belanja yang single years," jelas Andi Sudirman.

"Dengan multiyears tentu overhat ditekan karena kita tidak perlu penganggaran terus, perencanaan-perencanaan," lanjutnya.

Proyek multiyears mampu menekan anggaran lebih efisien.

Sebab proses penganggaran berulang tiap tahun bisa  dipangkas cukup dengan satu kali perencanaan jangka panjang.

Proses lelang paket hingga perencanaan Detailed Engineering Design (DED) diselesaikan dalam satu Waktu saja.

"Langsung multiyears 3 tahun sehingga daerah LHR sudah digambarkan," katanya.

Paket perbaikan ini juga mencakup titik jalan mendukung swasembada pangan.

Ruas jalan mengarah ke lumbung-lumbung pertanian mendapat perhatian serius.

Pasalnya distribusi barang dan jasa pertanian sangat bergantung dengan kondisi jalan memadai.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved