3 Putra Sulsel Pegang Jabatan Mentereng di DPR, Terbaru Rusdi Masse
Rusdi Masse menambah daftar legislator asal Sulsel punya jabatan mentereng di DPR RI
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Tiga putra Sulawesi Selatan pegang jabatan mentereng di DPR RI. Terbaru ada nama Rusdi Masse Mappasessu legislator Fraksi Partai Nasdem.
Partai Nasdem menugaskan Rusdi Masse jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Rusdi Masse menggantikan posisi Ahmad Sahroni.
Komisi III DPR mengurusi hukum, hak asasi manusia dan keamanan.
Tugasnya mengawasi kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan demikian Rusdi Masse kembali menjabat pimpinan komisi di DPR.
Pada periode 2019-2024 lalu, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mempercayakan Rusdi Masse menjabat Wakil Ketua Komisi IV yang mengurusi pertanian.
Reposisi AKD Fraksi Nasdsem itu tertuang dalam Surat Fraksi Partai NasDem bernomor F. NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025 bertanggal 29 Agustus 2025, seperti dilihat Tribunnews pada Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Perjalanan Karier Rusdi Masse dari Kernet Panther jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Kini ada tiga putra Sulsel memegang jabatan mentereng di DPR RI.
Rusdi Masse mengikuti jejak Andi Iwan Darmawan Aras dan AM Nurdin Halid.
Andi Iwan Darmawan Aras legislator Fraksi Gerindra dari Dapil Sulsel II.
Jabatannya Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Andi Iwan mengurusi infrastruktur dan perhubungan.
Sementara AM Nurdin Halid menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Legislator Fraksi Golkar itu berasal dari Dapil Sulsel II.
Komisi VI mengurusi Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Berikut profil ketiganya
Legislator Golkar AM Nurdin Halid jadi pimpinan komisi di Senayan.
Fraksi Golkar menugaskan AM Nurdin Halid sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Komisi VI mengurusi Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, BUMN.
Adapun mitra kerjanya antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Selanjutnya Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN).
Nurdin Halid adalah politisi berlatar pengusaha.
Selain di politik, Nurdin Halid adalah tokoh koperasi.
Ia terpilih ke Senayan dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II.
Selasa (22/10/2024), Nurdin Halid mulai memimpin rapat di Komisi VI DPR RI.
Ia didampingi legislator Gerindra Andre Rosiade dan legislator PAN Eko Patrio.
Nurdin Halid mengawali kariernya di koperasi.
Sepakterjang NH di dunia koperasi dirintis mulai dari bawah ketika menjadi manajer penyuluh koperasi di Kabupaten Gowa tahun 1983.
Lalu tahun 1985 pindah ke Sidrap, sebelum diangkat menjadi kepala perwakilan Puskud Hasanudin di Kabupaten Pinrang tahun 1987.
Sukses di level kabupaten, NH ditarik ke Puskud Hasanuddin di Kota Makassar tahun 1992.
Hanya dalam dua tahun, NH mendapat kepercayaan menjadi Direktur Utama Puskud Hassanuddin.
Di tangan NH, wajah Puskud Hasanuddin berubah total menjadi ‘perusahaan koperasi’ berlabel konglomerat.
Beragam usaha digarap seperti membeli dan menjual produk petani, usaha jasa taksi, ekspor impor, hingga perkulakan.
Hasilnya, hanya dalam dua tahun, Puskud Hasanuddin meraup keuntungan Rp 17 miliar.
Awal era Reformasi tahun 1998 ia terpilih sebagai ketua Umum Induk KUD (Inkud), kemudian Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
2. Andi Iwan Daramawan Aras
Andi Iwan Darmawan Aras adalah politisi berlatar pengusaha.
Saat ini Andi Iwan dipercaya menjabat sejumlah jabatan organisasi politik maupun organisasi pengusaha.
Organisasi pengusaha yang dipimpin yakni Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Selatan (Kadin Sulsel).
Organisasi politik yakni Ketua DPD Gerindra Sulsel.
Di DPR RI, Andi Iwan dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Andi Iwan Aras lahir dari darah seorang bangsawan dan pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Tapi, sejak SMA dia sudah mandiri.
Bahkan, Andi Iwan Aras pernah hidup sendiri di Bandung, Jawa Barat.
Selanjutnya, dia pun masuk ke SMA 2 Makassar.
Andi Iwan seangkatan dengan Munafri Arifuddin dan pejabat Dirjen Imigrasi Noer Putra Bahagia.
Selanjutnya, dia kembali ke Makassar kemudian kuliah di Jurusan Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar.
Dari situ, Andi Iwan Aras pun bergabung di organisasi Gapensi Makassar.
Saat itu, dia pun mulai kenal dengan pengusaha sekelas Zulkarnaen Arief.
Selanjutnya, tokoh politik Ilham Arief Sirajuddin dan M Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto.
Gapensi adalah organisasi yang menghimpun pengusaha yang bergerak di sektor konstruksi.
Sebutan untuk pengusaha sektor konstruksi adalah 'kontraktor'.
Selang beberapa lama, usaha Andi Iwan melejit hingga banyak mendirikan perusahaan.
Salah satunya, Andi Iwan menjadi direktur utama PT GIA Lestari. Bahkan, dia baru-baru ini juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT. Maradeka Karya Semesta. Ia juga adalah Direktur Utama PT. Wardana Artha Guna.
3. Rusdi Masse
Rusdi Masse merupakan suami Fatmawati Rusdi kini jabat Wakil Gubernur Sulsel.
Rusdi Masse sebelumnya diisukan akan hengkang dari Partai Nasdem.
Partai disebut akan menjadi pelabuhan baru eks Bupati Sidrap itu ialah PSI.
PSI dipimpin Kaesang Pangarep putra dari Jokowi.
Partai Nasdem akan kehilangan tokoh jika benar Rusdi Masse ke PSI.
Rusdi Masse berhasil mematahkan dominasi Golkar di Sulsel.
Nasdem meraih 17 kursi DPRD Sulsel, mengalahkan Golkar 14 kursi.
Tak hanya itu, Rusdi Masse juga sukses mengantar kadernya menjadi bupati.
Salah satunya Syahruddin Alrif kini menjabat Bupati Sidrap.
Rusdi Masse bernama lengkap Rusdi Masse Mappasessu.
Rusdi Masse dikenal juga dengan panggilan RMS.
RMS dilekatkan ke Rusdi Masse Mappasessu kala maju pada Pilkada Sidrap 2008 lalu.
Dia mengalahkan petahana di Pilkada Sidrap 2008.
RMS menjadi bupati termuda umur 35 tahun.
RMS bukan ujug-ujug langsung menjadi orang sukses.
Selepas SMA, RMS pun merantau ke Jakarta.
Ia pun menjadi buruh di pelabuhan Tanjung Priok.
Selain itu, dia juga menjadi supir truk.
RMS tak pernah menyangkal dirinya orang biasa saja.
Pria kelahiran Rappang 3 Maret 1973 ini mengawali kiprah politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang periode 2004-2009.
Sidenreng Rappang sering disingkat Kabupaten Sidrap.
Ia menjadi kader Partai Bintang Reformasi (PBR).
Sekaligus menjadi ketua PBR di Sidrap.
Kemudian, kolega dan masyarakat mendukungnya untuk maju Pilkada Sidrap 2020.
Hingga, dia pun berhasil menang bersama Dollah Mando dengan 35,83 persen suara.
Pasangan A Walahuddin Habib-A Insan P Tanri (Walani) di urutan kedua dengan 47.340 suara atau 31,96 persen.
Muh Rapiuddin-Muh Amrin Hatib diurutan ketiga 17.854 (12,05).
Pasangan Syafiuddin-Yuriadi Abadi ke empat dengan 17.704 suara
Pasangan Asri Syamsuddin-Adam Malik 7.986 suara
Pasangan Syafruddin A Patiwiri-Isi Alam Usmin 4.171 suara.
Rusdi menjabat sebagai bupati Sidrap dua periode, yakni 2008 hingga 2018.
Selama memimpin 10 tahun, RMS membangun arena balap.
Kemudian RMS juga membangun gedung pemerintahan menjadi satu kompleks.
Dalam perjalanan karirnya ini, RMS pun bertemu dengan tokoh politik seperti Syahrul Yasin Limpo, Surya Paloh, Nurdin Halid, Achmad Ali.
Saat ini, RMS sudah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem.
Ia menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI.
Pada Pilkada 2020 ini, dia mampu membawa kemenangan di enam kabupaten kota.
Kemenangan paling prestisius adalah membawa kemenangan untuk Nasdem di Kota Makassar.
Sehingga, Pemerintah dan DPRD Kota Makassar berhasil dikuasasi Nasdem.
Salah satu kemenangan RMS adalah persahabatan yang kuat antar tim.
RMS tak akan ragu untuk mendampingin timnya turun ke lapangan.
Ada suatu peristiwa sehabis kampanye Pemilu 2019.
RMS nampak ikut hujan-hujan dengan anggota tim pemenangannya.
Selama dirinya bertarung di ajang pemilihan langsung, dia tak pernah gagal.
RMS mengajarkan kepada siapapun, semua orang bisa sukses.
Meski itu dulunya adalah seorang buruh.
| Hayarna Hakim, Judas Amir, atau Nicodemus Biringkana Pengganti Rusdi Masse di DPR RI? |
|
|---|
| NasDem Belum Putuskan Pengganti RMS, Tobo Haeruddin: Hayarna Sudah Darah PSI |
|
|---|
| Nasdem Sulsel Bantah Hayarna Hakim Pengganti Rusdi Masse di DPR RI |
|
|---|
| Apa Kabar Pengganti Rusdi Masse di DPR RI? Sudah 5 Bulan Kosong |
|
|---|
| Puluhan Kades di Takalar Curhat Jalan Rusak ke DPR RI Hamka B Kady, Minta Perbaikan Infrastruktur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250829-Rusdi-Masse-AIA-NH.jpg)