Enam Tahun Tren Positif, Angka Stunting di Sidrap Terus Menurun
Dalam enam tahun terakhir, prevalensi stunting di daerah ini mengalami tren penurunan secara konsisten.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidrap terus menunjukkan hasil positif.
Dalam enam tahun terakhir, prevalensi stunting di daerah ini mengalami tren penurunan secara konsisten.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Sidrap, angka stunting tercatat sebesar 7,12 persen pada 2021.
Angka tersebut turun menjadi 6,31 persen pada 2022 dan kembali menurun menjadi 6,29 persen pada 2023.
Penurunan terus berlanjut pada 2024 dengan capaian 5,91 persen, kemudian menjadi 5,86 persen pada 2025.
Hingga Mei 2026, prevalensi stunting di Sidrap kembali turun menjadi 5,83 persen.
Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan status gizi anak di Kabupaten Sidrap melalui berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah bersama lintas sektor.
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Kondisi ini ditandai dengan tinggi atau panjang badan anak yang berada di bawah standar kurva pertumbuhan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kepala DPPKB Sidrap, Syahrul Mubarak, menjelaskan bahwa anak yang terdata dalam pemantauan belum seluruhnya dapat dipastikan mengalami stunting secara klinis.
"Sebenarnya belum dikategorikan stunting karena belum ada pemeriksaan secara klinis, tetapi masih dalam tahap stunted atau berat dan tinggi badan tidak ideal," jelas Syahrul Mubarak saat ditemui Tribun-Timur.com, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan data per Mei 2026, jumlah sasaran balita di Kabupaten Sidrap mencapai 22.955 anak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.338 balita teridentifikasi mengalami gangguan pertumbuhan berdasarkan hasil pengukuran tinggi dan berat badan yang belum sesuai dengan standar usianya.
Kecamatan Watang Pulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 189 balita.
Disusul Kecamatan Baranti sebanyak 186 balita.
Sementara itu, Kecamatan Maritengngae mencatat 144 balita, Pitu Riase 124 balita, Tellu Limpoe 118 balita, Pancarijang dan Panca Lautang masing-masing 111 balita, Pitu Riawa 110 balita, serta Watang Sidenreng 104 balita.
Adapun Kecamatan Dua Pitue menjadi wilayah dengan jumlah terendah, yakni sebanyak 62 balita.
Untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Sidrap menjalankan berbagai program intervensi.
Mulai dari pemberian vitamin, bantuan telur Omega 3, hingga pemenuhan kebutuhan nutrisi lainnya bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sidrap, Nur Kana'ah, mengatakan anak-anak yang telah terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan menjadi prioritas dalam program bantuan gizi.
"Kami ada program GENTING, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang melibatkan berbagai pihak seperti donatur, PKK, dan dinas terkait. Hal itu diupayakan agar pada 2027 Sidrap menjadi kabupaten yang bebas stunting," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga membangun Rumah Gizi di kawasan Kadidi, Kecamatan Pancarijang.
Fasilitas tersebut menjadi pusat edukasi bagi orang tua untuk memperoleh pendampingan dari tenaga kesehatan dan ahli gizi terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.
"Segala bentuk kegiatan dan usaha pemerintah dilakukan untuk membantu anak-anak agar dapat mengejar tinggi potensialnya. Makanya kami membuat Rumah Gizi tersebut sebagai pusat kegiatan gizi anak," tambah Syahrul.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan prevalensi stunting dapat terus ditekan.
Sehingga kualitas tumbuh kembang anak semakin baik dan target Sidrap bebas stunting pada 2027 dapat terwujud (*)
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin
| Sidrap Kirim 22.930 Telur ke Kalimantan, Kendari, dan Morowali, Harganya Rp900 Juta |
|
|---|
| 5 Santri PDF Ulya Al Urwatul Wutsqaa Sidrap Borong Medali Olimpiade Sains Sulsel, Siap ke Nasional |
|
|---|
| Bangun Budaya Antikorupsi, PLN UIP Sulawesi Edukasi Guru dan Orang Tua Siswa SLBN 1 Sidrap |
|
|---|
| PLN UIP Sulawesi Dukung Pengembangan Keterampilan Anak Disabilitas di SLB Negeri 1 Sidrap |
|
|---|
| Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah di Sidrap Berpusat di Masjid Agung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-DPPKB-Sidrap-Syahrul-Mubarak.jpg)