Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Sidrap

Syahar: Angka Kemiskinan Sidrap Turun Jadi 4,91 Persen

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif membeberkan capaian penurunan angka kemiskinan di wilayahnya saat buka puasa bersama tokoh-tokoh Sidrap.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
KEMISKINAN SIDRAP- Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif paparkan capaian kepemimpinannya di hadapan tokoh di acara buka bersama di Mes Pemda Sidrap, Makassar, Sabtu (14/3/2026) jelang Magrib. Syaharuddin Alrif membeberkan capaian penurunan angka kemiskinan di wilayahnya saat buka puasa bersama tokoh-tokoh Sidrap. 

Selain memaparkan data kemiskinan, Syahar juga menjelaskan sejumlah indikator makro pembangunan lainnya. 

Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Sidrap yang pada 2025 mencapai 7,71 persen. 

Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam delapan tahun terakhir dan menempatkan Sidrap pada posisi teratas di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Tak hanya itu, Syahar juga membeberkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap yang pada 2025 berada di angka 75,49. 

Nilai itu naik 0,68 poin dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. 

Capaian tersebut menempatkan Sidrap dalam kategori IPM tinggi dan berada di peringkat ketujuh dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Syahar menyampaikan, IPM bukan hanya angka, tetapi indikator penting yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat. 

Karena itu, Pemkab Sidrap, kata dia, terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat.

Di sektor pertanian dan peternakan, Syahar juga memaparkan kontribusi besar Sidrap terhadap perekonomian daerah. 

Produksi padi gabah kering panen (GKP) tercatat mencapai 679.772 ton dengan nilai sekitar Rp4,6 triliun, meningkat 129.464 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi beras juga naik menjadi 326.933 ton senilai Rp4,08 triliun atau meningkat 27,21 persen dibandingkan 2024. 

Sementara produksi telur mencapai 53.401.365 kilogram dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun, atau bertambah 26 persen dari tahun sebelumnya.

Syahar mengatakan Mes Pemda Sidrap dipilih sebagai lokasi buka puasa bersama karena memiliki nilai historis bagi masyarakat Sidrap. 

Tempat itu juga menyimpan banyak kenangan, khususnya bagi para tokoh yang pernah merintis perjalanan hidup mereka di Makassar.

“Kita menggelar buka puasa di sini, karena ini merupakan tempat bersejarah bagi kami. Kami bisa saja menggelar buka puasa di hotel, tetapi kami ingin kumpul-kumpul bersama tokoh-tokoh asal Sidrap. Mayoritas tokoh hebat Sidrap pernah tinggal di sini sebelum mereka sukses,” kata Syahar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved