Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pildun 2026

Semarak Piala Dunia 2026, Kampung Bola Ujung Lero Pinrang Berhias Bendera Raksasa

Tak hanya bendera, umbul-umbul negara kontestan tampak menghiasi sepanjang jalan dan pekarangan rumah warga.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
KAMPUNG BOLA - Menyambut piala dunia 2026, warga Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang mulai memasang bendera raksasa dan umbul-umbul, Selasa (9/6/2026). Semarak Piala Dunia 2026, Kampung Bola Ujung Lero Pinrang Mulai Berhias Bendera Raksasa 

 


TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG – Euforia menyambut pesta sepak bola dunia kini mulai terasa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Warga Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, mulai ramai memasang atribut tim sepak bola andalan mereka.

Bendera yang digantung mulai dari Jerman, Brazil, Belanda dan Argentina.

Tak hanya bendera, umbul-umbul negara kontestan tampak menghiasi sepanjang jalan dan pekarangan rumah warga setempat.

Kepala Desa Ujung Lero, Ahmad Syarif, membenarkan fenomena musiman yang kerap terjadi di wilayahnya tersebut.

"Kebanyakan warga masyarakat yang suka nonton bola memang menaikkan identitas tim yang mereka dukung," kata Ahmad.

Baca juga: Deng Ical Anggota DPR RI: Saya Tak Tahu Kenapa Dukung Belanda di Piala Dunia 2026

Atribut yang dipasang berupa umbul-umbul maupun identitas lain terkait Piala Dunia 2026 ini.

Pemerintah desa setempat sendiri tidak melarang kreativitas warga dalam memeriahkan pesta bola tersebut.

Namun, pihak pemerintah desa tetap memberikan imbauan khusus terkait keamanan dan ketertiban wilayah.

"Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya dalam pemasangan umbul-umbul agar tidak mengganggu ketertiban," ujar Ahmad.

Ahmad menegaskan pemasangan atribut jangan sampai mengganggu jalur transportasi yang dilalui oleh warga.

Baca juga: Siapa Juara Piala Dunia 2026? Legenda PSM Syamsuddin Umar Sebut 3 Kandidat Terkuat

Selain umbul-umbul, warga Ujung Lero juga rutin menggelar kegiatan nonton bareng ataunobar.

"Jangankan Piala Dunia, Piala Champions juga biasa begitu," jelas Ahmad kepada jurnalis Tribun-Timur.com.

Warga biasanya menggelar nonton bareng di berbagai titik lokasi desa dengan peralatan mandiri.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved