Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kecewanya Warga Desa Mattombong Pinrang, Bantuan Beras Bulog Berkutu dan Menguning

Temuan ini berdasarkan sidak Pemerintah Desa Mattombong dan videonya sudah viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Alfian
Istimewa
BERAS BULOG - Aparat Desa Mattombong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang memperlihatkan bantuan beras Bulog dalam keadaan rusak, Senin (25/5/2026). Terlihat Video viral itu, aparat desa membuka lima karung beras yang akan disalurkan ke warga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG -- Viral video aparat Desa Mattombong di Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan bantuan beras dari Bulog dalam keadaan rusak.

Lokasi Desa Mattombong sendiri di Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang.

Dalam video viral yang diunggah Kepala Desa Mattombong di media sosial pribadinya dengan nama akun Tahir Tho Lisse.

Di video itu terlihat aparat desa sedang membuka sedikitnya lima karung beras bantuan medium dari Bulog yang akan disalurkan ke warga.

Namun saat pengecekan itu, aparat desa menemukan kondisi beras tidak layak konsumsi karena telah menguning, menghitam, dan dipenuhi kutu.

"Jadi ini adalah sampel beras yang ada di Mattombong untuk bantuan pangan. Ini sudah mulai agak hitam, kekuning-kuningan," kata Kepala Desa Mattombong, Tahir dalam videonya dikutip Tribun-Timur.com, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Bone Surplus Beras, Bulog Distribusi 2.975 ke Kalimantan dan Papua

Saat diteliti lebih dekat, petugas juga menemukan hama kutu yang hidup di sela-sela butiran beras tersebut. 

"Ayo kita lihat, supaya kita lihat sudah mulai naik kutu-kutunya. Ini tabe, sudah mulai ada kutu. Itu sampel pertama," lanjutnya.

Kondisi serupa, bahkan lebih buruk, ditemukan pada sampel kedua hingga kelima. 

Pada sampel ketiga yang dituang ke dalam piring porselen untuk memperjelas visual, warna beras terlihat dominan kuning pekat dan cenderung mengarah ke warna hitam. 

Petugas memastikan bahwa pengambilan sampel dilakukan secara acak (random) dari bagian dalam karung, bukan dari bagian permukaan saja.

Demi Hak Warga dan Kelayakan Konsumsi

Pihak Pemerintah Desa Mattombong menegaskan bahwa sidak ini dilakukan murni sebagai bentuk tanggung jawab melindungi warga penerima manfaat, bukan untuk mendiskreditkan pihak tertentu.

Langkah berani ini diambil setelah pihak desa menerima laporan mengenai keluhan serupa dari wilayah lain yang cenderung enggan bersuara.

"Kami dari pemerintah Desa Mattombong tidak punya maksud apa-apa dengan membuka sampel beras penerima bantuan pangan untuk warga kami. Tapi kami hanya ingin memastikan bahwa beras yang dikasihkan itu layak," tegas aparat desa dalam rekaman tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa fenomena kualitas beras bantuan yang buruk ini diduga kuat tidak hanya terjadi di desanya.

"Karena ada informasi kami terima dari beberapa desa yang di luar sana yang katanya mau melakukan komplain. Kami hanya pastikan. Dan kami sangat yakin, semua desa mengalami hal seperti kami, cuma mereka takut untuk memperlihatkan faktanya," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Cabang (Pimcab) Bulog Pinrang, Faizal Jafar angkat bicara.

Faizal menduga ada kelalaian petugas saat proses pemuatan beras ke mobil.

"Orang kerja pengemasan ulang (rebag) terus kasih naik lupa ndak perhatikan baik-baik," kata Faizal Jafar saat dikonfirmasi via telepon.

Ia menegaskan pihak Bulog langsung bergerak cepat mengganti beras rusak tersebut.

"Sudah saya tindaklanjuti tadi pagi, dia ambil kan, ganti," jelas Faizal Jafar.

Menurutnya, total penyaluran bantuan pangan di wilayah Pinrang mencapai 900 ton.

Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya menyerap beras milik petani.

Pihak Bulog juga mengaku selalu siap menerima komplain dari pihak desa.

"Pada dasarnya cepat tanggap lah, bisa langsung kita selesaikan," pungkas Faizal.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved