Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rupiah Anjlok

Harga Obat di Parepare Melonjak hingga 15 Persen Imbas Rupiah Melemah

Meski mengalami kenaikan harga, volume pembelian dari masyarakat cenderung tetap stabil.

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
HARGA OBAT - Kamal saat melayani pembeli di apotek miliknya di Jalan Bau Massepe, Parepare, Selasa (9/6/2026). Melemahnya rupiah berimbas naiknya harga obat di Parepare hingga 15 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mempengaruhi sektor kesehatan masyarakat.

Harga obat di sejumlah apotek di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpantau mengalami kenaikan.

Seperti yang terjadi di Apotek Ilham Farma yang berada di Jalan Bau Massepe, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare.

Produk-produk obat, mulai dari minyak gosok, obat mag, obat diare, hingga obat sakit kepala, mengalami kenaikan hingga 15 persen.

Pemilik Apotek Ilham Farma bernama Kamal mengatakan, kenaikan harga obat-obatan dipengaruhi melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS.

"Satu, mungkin terpengaruh dari dolar. Kedua, bahan baku juga agak berkurang begitu," katanya kepada Tribun-Timur.com, saat ditemui di apoteknya, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Harga Barang yang Diperkirakan Naik Efek Nilai Tukar Rupiah 18.164 per Dolar

Kamal mengungkapkan, meski mengalami kenaikan harga, volume pembelian dari masyarakat cenderung tetap stabil.

Namun menurutnya, persentase kenaikan hingga 15 persen ini tetap membebani konsumen.

Kenaikan harga tersebut secara spesifik menyerang merek-merek obat populer yang biasa menjadi pertolongan pertama di rumah.

"Obat-obat bebas yang berdampak sekali itu hampir semua naik. Paramex, Bodrex, vitamin-vitamin, Hemaviton, itu naik sekitaran 5 sampai 10 persen, bahkan ada yang sampai 15 persen. Berkisar begitu naiknya," ungkapnya.

Tak hanya obat, Kamal juga mengeluhkan naiknya harga kantong plastik hingga 50 persen.

Kendati biaya operasional seperti kantong plastik membubung tinggi, Kamal mengaku tidak punya pilihan selain tetap memberikannya secara gratis demi menjaga loyalitas konsumen yang datang membeli obat.

"Harga kantong plastik juga naik sekali sampai 50 persen. Tapi mau bagaimana, tetap diberikan konsumen secara gratis," ucapnya.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Mulai Pengaruhi Harga Pangan di Luwu, Gula dan Minyak Goreng Naik

Sebelumnya, kurs rupiah memang melemah sejak pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah sempat bertengger di posisi Rp 18.170 per dollar AS atau terkoreksi 134 poin, setara 0,75 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah hari ini disebabkan oleh sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved