Politeknik Pertanian Pangkep Bakal Terapkan Kurikulum OBE
Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) ini dinilai mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan industri
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Kiki Content Writer
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Politeknik Pertanian Pangkep segera terapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Finalisasi kurikulum OBE dan Implementasi Penyesuaian Terhadap Permendiktisaintek No 39 Tahun 2025 digelar di Hotel Almadera Makassar, pada Rabu (6/5/2026).
Direktur Politani Pangkep Prof Mauli Kasmi menyadari dunia pendidikan tinggi, khususnya pendidikan vokasi berkembang pesat.
Tuntutan dunia kerja, industri, dan masyarakat tidak lagi sekadar pada capaian kognitif.
Kini mengukur kemampuan nyata lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
"Kurikulum OBE memberikan kerangka bahwa setiap mata kuliah, laboratorium, praktik lapangan, hingga tugas akhir harus dirancang berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL)," kata Prof Mauli.
Sementara itu, Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 membawa sejumlah penyesuaian penting.
Terutama dalam standar nasional pendidikan tinggi, fleksibilitas kurikulum, penjaminan mutu berbasis luaran serta pengakuan pengalaman kerja dan sertifikasi kompetensi.
Prof Mauli menyebut dalam evaluasinya, kurikulum OBE diharapkan lebih mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan industri.
"Kemarin kan kurikulum MBKM, sekarang ke kurikulum OBE. Nanti ini mahasiswa lebih sesuai ekspektasi industri. Karena vokasi ini lebih dekat industri dan praktik juga dominan," kata Prof Mauli.
"Jadi baiknya sebelum mengirim mahasiswa, ada mata kuliah yang relevan dengan industri itu," lanjutnya.
Apalagi saat ini ada program Teaching Factory.
Nantinya mata kuliah ini akan diterapkan pada semester 6.
Sebagai bekal sebelum mengirim mahasiswa ke industri sesuai dengan profil lulusan.
Dalam penerapannya, kurikulum OBE membutuhkan paradigma mengajar yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) dan asesmen autentik.
Sehingga transfer pengetahuan bisa lebih terukur dengan kepastian capaian kompetensi.
Selanjutnya manfaatkan waktu diskusi dan presentasi dengan optimal.
"Jangan ragu menyampaikan kendala di prodi masing-masing, karena justru dari situ kita akan menemukan solusi bersama," katanya.
Setelah workshop, Prof Mauli meminta kurikulum OBE ini segera bisa diterapkan.
"Tidak ada lagi kata revisi berkepanjangan. Kita harus segera mengesahkan kurikulum OBE melalui senat akademik dan mulai implementasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan," kata Prof Mauli.
Sementara itu, Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (P2MPP) Andi Ridwan Makkulawu menyebut segera kurikulum ini akan didorong ke meja Senat Akademik
"Setelah ini akan didorong ke senat untuk pengesahan kurikulum, lalu diikuti dengan adanya keputusan direktur," katanya.
Workshop ini pun diikuti seluruh pimpinan program studi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
| Prodi Agribisnis Perikanan Polipangkep Gelar Workhsop Rekonstruksi Kurikulum Berbasis OBE |
|
|---|
| Peternakan Close House Polipangkep Tampung 3.000 Ayam Broiler |
|
|---|
| Yuk Daftar di Polipangkep, Terima 700 Mahasiswa Baru |
|
|---|
| Polipangkep Kini Punya Peternakan Close House, Daya Tampung Bisa Capai 3.500 Ayam Boiler |
|
|---|
| Dua Dosen Polipangkep Lolos Pendanaan BESTARI Saintek, Angkat Potensi Karang Hias dan Limbah Kelapa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Polipangkep-bakal-terapkan-Kurikulum-OBE.jpg)