Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelecehan Seksual

Kronologi Dugaan Pelecehan Oknum Dosen di Palopo, Mahasiswi Pingsan di Ruko

Kepala Unit Operasional (KBO) Reserse Kriminal Polres Palopo, Ipda Maruf, membenarkan adanya laporan tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
PELECEHAN DI PALOPO - Ilsutrasi pelecehan. Kasus dugaan pelecehan yang menyeret Guru Besar UIN Palopo berinisial Prof ER menuai perhatian kalangan akademisi. Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof Qasim Mathar, menilai perkara tersebut sebagai aib yang sebaiknya tidak digunjingkan, namun tetap harus diproses secara hukum. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang oknum dosen berinisial Prof ER dilaporkan ke Polres Palopo atas dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial S Peristiwa tersebut diduga terjadi pada 31 Januari 2026 di sebuah ruko milik terlapor yang berlokasi di Jalan DR Ratulangi, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Kepala Unit Operasional (KBO) Reserse Kriminal Polres Palopo, Ipda Maruf, membenarkan adanya laporan tersebut.

Berdasarkan laporan polisi, kejadian bermula saat korban ditemukan dalam kondisi pingsan.

Menurut Ipda Maruf, saat kejadian korban bersama seorang saksi bernama Rafli.

Keduanya kemudian dibawa ke dalam ruko milik Prof ER.

Di lokasi itulah, terlapor diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban.

“Berdasarkan laporan, terduga pelaku memasukkan tangannya ke dalam pakaian korban dan memegang dada korban.

Setelah itu, terduga juga menepuk pipi korban,” ujar Ipda Maruf.

Ia menambahkan, dugaan pelecehan tersebut berlanjut hingga terlapor mencoba membuka celana korban.

Namun, tindakan itu tidak berlanjut karena korban tersadar.

Sementara itu, Prof ER membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Ia menegaskan tidak melakukan pelecehan dan menyatakan seluruh tindakannya semata-mata untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang pingsan.

Prof ER menjelaskan, peristiwa bermula saat dirinya baru saja pulang membabat rumput di belakang ruko miliknya, bertepatan dengan waktu azan duhur.

Ketika hendak membuka pintu ruko, ia melihat seorang perempuan pingsan di depan ruko dan sedang ditopang seorang laki-laki yang disebut sebagai rekan kerja korban, yang saat itu membawa es kristal.

Ia mengaku tidak mengenal korban, namun mengetahui kios di depan rukonya disewa seorang pengusaha tempat korban bekerja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved