Bajaj Hadir di Palopo Sulsel, Pengemudi Lokal Diberdayakan
Suasana Palopo berubah, bajaj putih merah mencuri perhatian warga sejak hari pertama beroperasi, Kamis (27/11/2025).
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Pantauan Tribun-Timur.com, bajaj resmi beroperasi pertama kali di Palopo sejak Senin (24/11/2025).
- Sebanyak 10 unit kendaraan putih merah milik PT Urban Max Panorami langsung mencuri perhatian warga saat melintas di jalanan kota. Bajaj dapat dipesan via aplikasi MaxRide atau langsung ke pengemudi.
- Respon warga positif, pengemudi lokal direkrut, bahkan hari pertama penumpang digratiskan.
TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO – Untuk pertama kalinya, bajaj resmi beroperasi sebagai transportasi umum di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Sebanyak 10 unit bajaj mulai melayani masyarakat sejak Senin (24/11/2025).
Kehadiran kendaraan berwarna putih dan merah milik PT Urban Max Panorami ini langsung mencuri perhatian warga.
Pantauan Tribun-Timur.com, saat melintas di sejumlah titik kota, banyak masyarakat terlihat memperhatikan moda transportasi baru tersebut.
Direktur PT Urban Max Panorami Palopo, Yermia Kiding, menjelaskan bajaj dapat dipesan melalui aplikasi MaxRide maupun dengan menghubungi pengemudi secara langsung.
“Masyarakat bisa menggunakan bajaj dengan memesannya melalui aplikasi atau langsung menghubungi pengemudinya,” ujarnya saat ditemui di kantor perusahaan di Kecamatan Bara, Kamis (27/11/2025).
Sebagai pendatang baru di dunia transportasi Palopo, bajaj hadir dengan berbagai keunggulan.
Kendaraan ini mampu melindungi penumpang dari panas dan hujan.
Dapat menampung hingga tiga penumpang, serta memiliki ruang penyimpanan barang yang lebih besar.
Tarif yang ditawarkan juga relatif terjangkau.
Menurut Yermia, respons masyarakat sangat positif sejak hari pertama operasional.
“Banyak masyarakat yang datang langsung ke kantor untuk mendaftarkan aplikasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, Palopo dipilih sebagai daerah pertama di Luwu Raya untuk mengoperasikan bajaj karena kondisi geografisnya mendukung.
“Palopo adalah kota terbesar kedua di Sulawesi Selatan. Kondisi kota yang datar sangat cocok untuk dilalui bajaj,” jelasnya sembari memegang bajaj yang berada di sampingnya.
Untuk memberdayakan masyarakat lokal, perusahaan juga merekrut warga setempat sebagai pengemudi.
“Kami memanfaatkan masyarakat lokal sebagai pengemudi,” tambahnya.
Salah satu pengemudi bajaj, Andi, mengatakan mengemudikan bajaj lebih sulit dibanding kendaraan roda dua.
“Ini pertama kali saya membawa bajaj, sedikit lebih sulit dibanding motor karena harus bisa menyeimbangkannya,” ujarnya saat mengemudikan bajaj.
Meski demikian, Andi terlihat cepat beradaptasi dan mampu mengendarai bajaj dengan baik.
Pada hari pertama operasional, ia bahkan menggratiskan penumpang sebagai bentuk perkenalan.
“Saya gratiskan masyarakat yang ingin naik, hitung-hitung sebagai perkenalan,” katanya.
Dengan beroperasinya bajaj untuk pertama kalinya di Palopo, masyarakat kini memiliki alternatif transportasi umum yang lebih nyaman, ekonomis, dan mudah dijangkau. (*)
| Pemprov Sulsel Masih Berutang Dana Bagi Hasil 2024 Rp200 Miliar |
|
|---|
| Dihakimi Netizen Gegara Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, Kepala Kesbangpol Tak Bisa Tidur |
|
|---|
| Adi Suryadi Culla: Danny Pomanto Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Petahana DPR RI Dapil Sulsel I |
|
|---|
| Semua yang Terlibat Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Dipanggil DPRD |
|
|---|
| Tunjangan ASN Tidak Sesuai Ketentuan, Pemkab Luwu Tetap Raih Opini WTP dari BPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-27-bajaj.jpg)