Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tips Motor

Pengendara Wajib Tahu, Tanda Ban Motor Harus Segera Diganti

Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno menjelaskan bahwa usia ban tidak hanya dihitung dari lamanya pemakaian.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
Asmo Sulsel
SERVIS MOTOR - Teknisi Honda AHASS sedang servis kendaraan beberapa waktu yang lalu. Pemilik kendaraan wajib memahami kapan waktu ideal untuk mengganti ban, baik depan maupun belakang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ban motor adalah komponen vital yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara. 

Karena itu, pemilik kendaraan wajib memahami kapan waktu ideal untuk mengganti ban, baik depan maupun belakang.

Technical Service Manager Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Anton Prihatno menjelaskan bahwa usia ban tidak hanya dihitung dari lamanya pemakaian.

Tetapi juga dari kondisi fisik ban yang digunakan sehari-hari.

Anton menuturkan, setiap ban motor sudah dilengkapi dengan indikator keausan ban atau Tire Wear Indicator (TWI). 

Letaknya dapat dikenali dengan mudah melalui tanda segitiga kecil berwarna kuning pada sisi samping ban.

"Tanda keausannya terdapat pada telapak ban (di tengah) sejajar dengan tanda segitiga tadi. Terdapat tonjolan karet di area tersebut. Jika tonjolan itu sudah rata dengan kembang ban itu menandakan keausan," jelas Anton kepada Tribun-Timur.com, Rabu (17/9/2025).

Baca juga: 3 Tips Merawat Sparepart Motor Agar Umur Pakainya Lebih Panjang

Ban depan dan belakang memiliki fungsi berbeda. 

Ban depan berperan penting dalam pengendalian arah dan pengereman.

Sedangkan ban belakang menanggung beban tenaga dorong mesin.

Biasanya ban belakang lebih cepat aus karena menahan beban lebih besar. 

Tapi bukan berarti ban depan diabaikan. 

Keduanya harus dicek rutin dan bila salah satunya sudah aus, sebaiknya segera diganti.

Lihat Keretakan dan Tambalan

Selain Tread Wear Indicators (TWI), ada beberapa ciri lainnya yang menandakan ban motor harus diganti.

Pertama, keretakan pada dinding atau tapakan ban.

Keretakan pada tapakan atau dinding ban bisa diakibatkan oleh berkurangnya tingkat elastisitas karet ban. 

Hal ini biasanya terjadi karena terlalu sering terparkir di bawah sinar matahari yang membuat tingkat elastisitas karet ban berkurang. 

Apalagi jika usianya sudah lama, tentu akan sangat mudah ban mengalami keretakan. 

Selain itu, keretakan ban juga bisa terjadi akibat kurangnya tekanan angin ban. 

Karena dinding ban juga ikut menahan beban, jadi saat digunakan dalam kondisi tekanan anginnya kurang, kerja ban akan semakin berat.

Kedua, ban benjol. benjolan yang terjadi pada ban jelas bisa mengurangi kenyaman berkendara. 

Selain itu, faktor keselamatan pun akan berkurang karena tingkat kestabilan bekendara berkurang. 

Risiko terburuk, ban bisa pecah karena adanya kerusakan pada Umumnya, ban benjol diakibatkan oleh tekanan angin yang kurang. 

Baca juga: Daftar Harga Motor Listrik Honda September 2025, Ada yang Diskon Rp16 Juta

Ban yang digunakan dalam kondisi kurang tekanan angin membuat suhu di dalam ban lebih cepat panas dan ban bekerja lebih keras. 

Benjolan juga terjadi akibat pergerakan tekanan angin yang terfokus pada satu titik, terutama saat melakukan pengereman.

Ketiga, jika sudah banyak tambalan, maka ban tersebut harus segara diganti. 

Konstruksi di dalam ban yang terdiri atas rangkaian benang nylon akan rusak saat jarum untuk menambal ban ditusukkan. 

Terlebih jika ban tersebut sudah sering ditambal dan posisi tambalannya berdekatan. 

Hal itu akan memperburuk kerusakan konstruksi benang nylon sehingga daya tahannya akan semakin berkurang. 

Jika mendapati salah satu ciri di atas, maka bawalah sepeda motor kesayangan ke bengkel AHASS terdekat untuk penggantian. 

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved