Salam Tribun Timur
Dapur Koruptor
Program ini bahkan dipromosikan sebagai salah satu simbol keberpihakan negara kepada masa depan.
Negara sedang diawasi oleh jutaan kamera kecil di tangan warga.
Setiap nasi basi bisa difoto.
Setiap lauk yang tidak layak bisa direkam.
Setiap dugaan mark up bisa menjadi bahan diskusi nasional hanya dalam hitungan jam.
Akademisi Universitas Hasanuddin, Hasrullah, menyebut fenomena ini bekerja melalui mekanisme algoritma digital: filter bubble dan echo chamber.
Istilahnya memang akademik.
Tetapi maknanya sederhana.
Ketika masyarakat ramai membicarakan MBG di media sosial, algoritma akan terus mendorong isu serupa muncul di layar pengguna lain.
Orang yang punya keresahan sama akan saling memperkuat informasi, membentuk opini bersama, lalu menekan pengambil kebijakan.
Di era ini, opini publik bukan lagi suara samar.
Ia bisa menjadi kekuatan politik.
Ia bisa mempercepat tindakan hukum.
Dan ia bisa memaksa negara bergerak lebih cepat daripada birokrasi biasanya.
Tetapi ada satu pelajaran penting yang tidak boleh hilang.
MBG bukan program kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-21-Yasika-Aulia-memiliki-41-dapur-MBG-di-Sulsel.jpg)