Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kilas Tokyo

Era Maju Pariwisata

Saya bisa merasakan ini, hampir setiap minggu selalu saja ada keluarga atau kenalan mengontak berkabar akan ke Jepang.

Tayang:
Tribun-timur.com
KILAS TOKYO - Muh. Zulkifli Mochtar, Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang. 

Oleh: Muh. Zulkifli Mochtar
Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang

TRIBUN-TIMUR.COM - Industri pariwisata Jepang sangat maju dekade belakangan ini.

Saya bisa merasakan ini, hampir setiap minggu selalu saja ada keluarga atau kenalan mengontak berkabar akan ke Jepang.

Terutama menjelang akhir tahun, suasana musim dingin Jepang memang selalu menjadi incaran para turis.

Kondisi kini sedikit beda dengan suasana masa saat saya pertama kali menginjakkan kaki dinegara ini.

"Mendadak serasa jadi bisu, tuli dan buta" begitu kata seorang teman yang baru saja balik dari Jepang pernah mengeluh masa itu.

Melukiskan betapa sulitnya travelling tanpa guide di negara ini.

Serasa bisu karena tidak bisa bercakap bahasa Jepang dan sangat kurang yang paham English.

Mendadak serasa tuli karena selalu error dengan percakapan sekitarnya.

Juga serasa buta, kemana pun melihat billboard dan informasi tertulis serba huruf kanji.

Ketika Jepang mengalami stagnansi ekonomi tahun 1990 an, negara ini memang berusaha menyusun program dan berbagai langkah peningkatan kinerja banyak sektor, termasuk industri pariwisata.

Saat itu Jumlah warga Jepang travelling keluar negeri tinggi, tapi Inbound ke Jepang rendah.

Satu hal terasa, biaya wisata ke Jepang di era itu masih sangat tinggi.

Tentang kesulitan bahasa dan informasi?

Kini Kayaknya tidak lagi.

Petunjuk guiding bahasa Inggris disiapkan di seluruh penjuru kota.

Semua perjalanan dengan kereta dan bus mudah diatur secara akurat dan detail dengan aplikasi.

Announce dimana mana menyertakan English, bahkan juga bahasa China.

Juga bahasa Korea.

Pariwisata negara ini memang memiliki semua faktor vital pendukung keberhasilan.

Obyek tujuan wisata mereka sangat banyak dan beragam.

Di Tokyo dan sekitarnya saja sudah banyak pilihan.

Bisa memilih destinasi modern, keunikan teknologi, pop culture dan anime, shopping atau destinasi tradisional merasakan berbagai budaya menarik plus keindahan alam.

Belum lagi menuju ke daerah Kansai Osaka Kyoto atau Hokkaido.

Semuanya punya atraksi dan festival yang menarik.

Apalagi setiap obyek punya empat musim yang punya keindahan dan adventure yang berbeda beda.

Setelah libur musim dingin akhir tahun, Jepang menjelang promosi wisata bunga sakura dimusim semi lagi yang menarik dan mendatangkan turis lebih banyak lagi.

Pokoknya tiada henti.

Kebersihan, kenyamanan dalam mobilitas dan keamanan juga terjaga.

Tidak susah menemukan kembali barang hilang atau terlupa.

Slogan ‘Omotenashi’ sebagai ‘full hospitality’ makin dikedepankan.

Intinya memberi servis lebih dari yang diharapkan.

Ini juga salah satu magnet pariwisata mereka.

Yang tidak dipunyai banyak pariwisata negara lain.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved