Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Ramadan

Keutamaan Shalawat

Berselawat dan merindukan Nabi pada saatnya Nabi akan datang dalam bentuk mimpi menjumpai yang bersangkutan.

Tayang:
Tribun-timur.com/Ist
REFLEKSI RAMADAN - Nasaruddin Umar, Menteri Agama. 

Bagi kalangan ulama Nahdhiyyin, roh Rasulullah bisa saja datang di dalam majlis pertemuan yang memanggil Nabi Muhammad dengan penuh rasa rindu.

Itulah sebabnya dalam tradisi barzanji, ketika membaca bait-bait tertentu semua hadirin berdiri menyambut kehadiran roh Rasulullah. Allahu a’lam.

Umar pernah ditanya oleh Rasulullah, siapa yang paling engkau cintai.

Dijawab, demi Allah yang paling aku cintai ialah diriku sesudah itu engkau.

Dijawab, itu salah, mestinya engkau lebih mencintaiku dari dirimu sendiri.

Lalu Umar meralat, demi Allah aku lebih mencintaimu baru mencintai diriku sendiri.

Mari kita mencintai  Rasulullah dengan memperbanyak selawat.

Tidak ada ruginya orang-orang yang selalu memperbanyak selawatnya, terutama bulan Ramadhan, bulan yang penuh suasana emosi mencintai Rasulullah.

Semoga dengan selawat kita yang banyak dapat berbuah syafaat Nabi di hari kemudian, hari tanpa pertolongan selain syafaat Nabi Muhammad SAW.

Selawat kepada Nabi sudah menjadi tradisi menarik di dalam lintasan Sejarah umat Islam Indonesia.

Mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa umat paling mencintai selawat Nabi ialah umat Islam Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved