Kembali ke Fitrah di Hari Raya Idul Fitri
Dalam kamus Lisan ‘Arab, kamus bahasa Arab terlengkap (15 jilid), fitrah (fithrah) berasal dari akar kata fathara-fathran, berarti membelah, merobek.
Kita berharap selama sebulan penuh kita melakukan amaliah Ramadan menimbulkan dampak positif pada orang-orang terdekat kita.
Bagaimana pembantu, sopir, tukang kebun, satpam, dan karyawan kita merasakan perubahan di dalam diri kita, misalnya mereka merasakan tuan dan nyonyanya tidak lagi gampang marah, tidak lagi pelit, tidak lagi ringan tangan, tidak lagi kasar, dan tidak lagi sombong dan angkuh.
Tetangga juga merasakan adanya perubahan drastis seusai Ramadan.
Demikian pula suasana batin di kantornya muncul perubahan drastis pasca Ramadan.
Inilah sesungguhnya yang dinamakan Ramadhan Mubarak dan ramadhan mabrur.
Dalam pandangan tasawuf, fitrah berarti kembali ke jati diri yang paling asli.
Jika seseorang betul-betul bersih dan pensucian dirinya diterima Allah SWT, maka yang bersangkutan bisa membuka berbagai tabir yang selama ini menghijab dirinya berupa dosa dan maksiat.
Ia akan mengalami penyingkapan (mukasyafah).
Dengan demikian ia mempunyai kemampuan untuk mengakses alam gaib, minimal alam barzah, yaitu perbatasan antara alam syahadah dan alam gaib.
Orang yang diberi kesadaran mukasyafah bisa merasakan kedekatan diri dengan Tuhan dan para sahabat Tuhan seperti Nabi Muhammad dan shalihin lainnya.
Ia akan memiliki sahabat-sahabat spiritual sejati, sehingga ia tidak pernah merasa kesepian.
Ia selalu hangat dengan cinta Tuhan.
Semoga tahun ini kita betul-betul diberi kesadaran dan keinsafan penuh sehingga kita bisa mencicipi mukasyafah.
Semoga kita tidak jatuh lagi di lumpur dosa dan maksiat.(*)
| Raih Penghargaan dari Menteri Agama, MAN 2 Makassar Dinobatkan Madrasah Unggulan Nasional |
|
|---|
| IKA Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Serahkan Gedung Wakaf untuk Civitas Akademika |
|
|---|
| IKA FSH UIN Alauddin Resmikan Gedung Wakaf, Jadi Pusat Kolaborasi Alumni dan Mahasiswa |
|
|---|
| Prof Nasaruddin Umar 'Ganti' Dua Rektor di Sulsel, Incumbent IAIN Parepare Kalah |
|
|---|
| Kader Sulsel Dorong Prof KH Nasaruddin Umar Maju Calon Ketum PBNU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251201-Nasaruddin-Umar-pidato-profesor-342.jpg)