Alasan Sebenarnya Dokter Tifa Rehat Terungkap, Tetap Ikuti Polemik Ijazah Joko Widodo
Dokter Tifa menyampaikan hal itu melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Selasa (17/3/2026).
TRIBUN-TIMUR.COM – Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma memilih rehat sementara dari polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Ia mengaku ingin fokus menjalani ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan 2026.
Dokter Tifa menyampaikan hal itu melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Selasa (17/3/2026).
Ia memilih menarik diri dari berbagai urusan.
Fokus pada salat. Tadarus. Membaca kitab hikmah.
Serta lebih banyak berdiam di rumah.
Meski rehat, ia mengaku tetap mengikuti perkembangan kasus dugaan ijazah Jokowi.
Namun hanya dari kejauhan.
Di sisi lain, ia menyoroti langkah rekannya, Rismon Hasiholan Sianipar.
Rismon mengajukan permohonan keadilan restoratif atau restorative justice.
Rismon sebelumnya satu klaster kasus dengan Dokter Tifa dan Roy Suryo.
Permohonan itu diajukan setelah Rismon mengakui ijazah Jokowi asli.
Pengakuan disampaikan melalui video di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026).
Ia menyebut hasil tersebut diperoleh setelah penelitian ulang selama dua bulan.
Dokter Tifa menyesalkan langkah tersebut.
Ia menegaskan tidak akan menempuh jalur restorative justice.
Menurutnya, pilihan Rismon bukan karakter asli yang ia kenal.
Ia juga menduga ada tekanan yang memengaruhi keputusan itu.
Selain itu, ia menyinggung pelaporan dugaan ijazah palsu jenjang S2 dan S3 milik Rismon.
Termasuk isu dugaan pemalsuan surat kematian untuk kepentingan beasiswa di Universitas Yamaguchi.
Meski demikian, Dokter Tifa mengaku memahami tidak semua orang kuat menghadapi tekanan.
Jokowi Setujui Restorative Justice
Sebelumnya, Jokowi telah menerima permohonan restorative justice dari Rismon.
Pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi di Surakarta, Kamis (12/3/2026).
Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyebut proses administrasi tengah disiapkan.
Pemberkasan ditarget rampung dalam beberapa hari.
Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli
Rismon menyatakan temuan sebelumnya dalam buku Jokowi’s White Paper mengandung kekeliruan.
Kesalahan disebut terkait analisis watermark dan embos dokumen.
Hasil uji ulang menunjukkan dua unsur tersebut memang ada pada ijazah Jokowi.
Ia pun meminta maaf secara terbuka.
Rismon menegaskan penelitiannya murni ilmiah.
Tidak bermotif politik.
Hanya didorong rasa ingin tahu sebagai peneliti digital image processing.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Elite PDIP Bela JK, Akui Peran Bantu Jokowi di Pilgub DKI Jakarta 2012 |
|
|---|
| Sosok Mayor Infanteri Windra Sanur Paspampres Era Jokowi, Temui Eks Presiden usai Dimutasi |
|
|---|
| Jubir Tegaskan Peran Jusuf Kalla Antar Jokowi ke Kursi Presiden, Narasi Tak Tahu Balas Budi Dibantah |
|
|---|
| Profil Hanif Dhakiri Menteri PKB Era Jokowi Kini Diincar KPK, Soal Dugaan Pemerasan |
|
|---|
| Nomor Ijazah yang Mana? Berikut Cara Cek Nomor Ijazah SMA SMK hingga S1 untuk Daftar CPNS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/DOKTER-TIFA-Presiden-Joko-Widodo-menghadiri.jpg)