Grab Kirim Karangan Bunga ke Rumah Affan Kurniawan di Menteng
Namun, di balik peran penting itu, mereka hidup berdampingan dengan risiko.
TRIBUN-TIMUR.COM - Hiruk pikuk Ibu Kota tidak pernah berhenti. Di antara padatnya arus lalu lintas, ribuan pengemudi ojek online setiap hari menjadi penopang denyut kehidupan kota.
Mereka mengantar makanan, menjemput penumpang, hingga memastikan paket tiba di tujuan.
Namun, di balik peran penting itu, mereka hidup berdampingan dengan risiko.
Tiga mitra Grab menjadi korban unjuk rasa di Jakarta. Satu di antara mereka meninggal dunia dan dua lainnya harus menjalani perawatan serius.
Salah satunya Aji Pratama terkena peluru karet bagian wajahnya hingga menyebabkan luka parah di bagian hidung.
Aji dilarikan ke RSUD Tarakan. Operasi langsung dijadwalkan, dengan seluruh biaya ditanggung Grab.
Tim perusahaan bahkan hadir sejak hari pertama, memastikan perawatan medis berjalan lancar, mengurus administrasi, dan mendampingi keluarga.
Sehari sebelumnya, Kamis malam (28/8), Moh Umar Amarudin juga mengalami nasib nahas.
Ia berada di kawasan Jakarta Barat saat kericuhan massa pecah. Dorongan orang banyak membuatnya terjatuh, lalu terinjak hingga mengalami patah tulang rusuk.
Umar segera dirawat di RS Pelni dan dijadwalkan menjalani operasi. Grab sigap turun tangan, hadir bahkan hingga dini hari untuk memastikan ia mendapat layanan terbaik.
Telepon genggam yang hilang diganti baru, bantuan finansial diberikan, dan kebutuhan keluarga yang berjaga di rumah sakit ikut dipenuhi.
Paling memilukan adalah kabar duka dari Affan Kurniawan. Malam 28 Agustus, ia tertabrak kendaraan taktis saat berada di sekitar lokasi kerusuhan. Meski sempat dirawat di RSCM, nyawanya tak tertolong.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Grab bersama Gojek hadir langsung di rumah duka di Menteng, menyampaikan belasungkawa, memberi santunan, serta ikut dalam prosesi pemakaman. Pendampingan hukum juga disiapkan agar keluarga mendapat perlindungan penuh.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menegaskan bahwa dukungan terhadap mitra bukan hanya berupa santunan semata.
“Tidak ada santunan yang bisa menggantikan kehilangan atau rasa sakit. Namun, kami ingin memastikan keluarga tidak menghadapi beban itu sendirian. Karena itu, kami hadir mendampingi secara penuh—baik medis, finansial, maupun hukum,” ujarnya.
Perhatian itu tampak nyata: biaya rumah sakit ditanggung penuh, perangkat kerja diganti, santunan diberikan tepat waktu, hingga kehadiran manajemen di rumah sakit maupun rumah duka.
Peristiwa ini membuka mata bahwa pengemudi ojol bekerja dengan risiko tinggi—dari lalu lintas padat, cuaca ekstrem, hingga potensi insiden sosial.
Karena itu, perlindungan dan solidaritas menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar kewajiban formal.
Dukungan Grab dalam tiga lapisan—medis, material, dan hukum—mungkin tak mampu menghapus duka, tetapi setidaknya memberi sandaran bagi keluarga yang terdampak.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa di balik roda yang terus berputar, ada manusia yang harus dijaga.
Dalam kehilangan, ada kebersamaan yang menguatkan. Dan di tengah jalanan yang keras, kepedulian yang tulus adalah perlindungan terbaik.
| 13 Fitur Baru Grab untuk Konsumen, Wisatawan, hingga UMKM |
|
|---|
| Gojek, Grab, dan Green SM Taksi Makassar Dapat Pesaing Baru, Group Indah Logistik Rambah Mamminasata |
|
|---|
| Jaket Berlogo Simpati dan IndiHome Kini Dipakai Mitra Driver Grab di Makassar |
|
|---|
| Ratusan Driver Grab Makassar Bagi 500 Takjil Gratis di Jl Pettarani dan Jl Jenderal Sudirman |
|
|---|
| Grab Kucurkan Rp110 M untuk BHR 2026, Mitra di Makassar Bisa Dapat Rp850 Juta hingga Rp1,6 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Keluarga-korban-grab-yang-menjadi-korban-saat-unjuk-rasa.jpg)