Makassar Mulia

17 Ribu Calon Siswa Sudah Daftar Akun SPMB Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
SPMB MAKASSAR - Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman (kanan) Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana menjelaskan terkait teknis SPMB 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Jl Ap Pettarani, Sabtu (16/5/2026). Sejumlah pembenahan dilakukan untuk memastikan proses berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Makassar mencatat sebanyak 17.031 calon peserta didik telah membuat akun SPMB 2026, terdiri dari 10.062 pendaftar SMP, 6.819 SD, dan 150 PAUD. 
  • Jumlah ini mencapai sekitar 56 persen dari total peserta didik yang diproyeksikan mengikuti SPMB tahun ini.
  • Mulai Senin (15/6/2026), pendaftaran jalur non domisili dibuka. 
  • Dinas Pendidikan Makassar menyiapkan daya tampung sekitar 500 siswa PAUD, 18.000 siswa SD, dan 15.000 siswa SMP. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mencatat sebanyak 17.031 calon peserta didik telah mendaftarkan akun pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 10.062 pendaftar jenjang SMP, 6.819 pendaftar jenjang SD, dan 150 pendaftar jenjang PAUD.

Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana mengatakan capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses penerimaan murid baru secara digital.

Menurutnya, angka tersebut setara sekitar 56 persen dari total calon peserta didik yang diproyeksikan mengikuti SPMB tahun ini.

“Per hari ini, jumlah pendaftar akun SPMB sudah mencapai sekitar 17 ribu calon peserta didik. Angka ini sekitar 56 persen dari total peserta didik yang diperkirakan akan mengikuti proses penerimaan tahun ini,” kata Gita, Minggu (14/6/2026).

Proses pembuatan akun merupakan tahapan awal yang wajib dilakukan sebelum calon peserta didik dapat memilih jalur dan sekolah tujuan.

Karena itu, Pemkot Makassar terus mendorong masyarakat untuk segera menyelesaikan seluruh tahapan yang telah dijadwalkan.

Baca juga: Disdik Makassar Siapkan Posko Aduan SPMB 2026 di Seluruh Kecamatan, Ini Titiknya

Gita mengungkapkan, tahapan berikutnya akan dimulai pada Senin (15/6/2026), yakni pembukaan pendaftaran jalur non domisili.

“Mulai Senin, proses pendaftaran jalur non-domisili sudah dibuka. Karena itu kami mengimbau kepada orang tua yang sudah memiliki akun agar segera melanjutkan ke tahap pemilihan jalur dan sekolah tujuan,” katanya.

Ia menilai percepatan proses pendaftaran akan membantu orang tua menghindari kendala teknis yang biasanya terjadi menjelang penutupan tahapan.

Selain itu, masyarakat juga memiliki waktu yang lebih panjang untuk melakukan perbaikan data apabila diperlukan.

Bagi calon peserta didik yang belum membuat akun atau mengalami kendala saat proses pendaftaran, Pemkot Makassar telah menyiapkan sejumlah posko layanan bantuan.

Posko tersebut tersebar di berbagai titik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pendampingan secara langsung.

“Bagi yang belum login atau belum mendaftar akun, jika mengalami kesulitan kami mengimbau untuk memanfaatkan posko-posko yang sudah disiapkan pemerintah,” ujar Gita.

Ia memastikan seluruh tim teknis terus melakukan pemantauan terhadap sistem agar proses SPMB berjalan lancar dan dapat diakses masyarakat tanpa hambatan berarti.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menyampaikan, daya tampung siswa tahun ini telah dihitung berdasarkan jumlah sekolah yang tersedia.

Untuk jenjang PAUD, setiap sekolah diproyeksikan menerima sekitar 100 siswa.

Saat ini terdapat lima PAUD, sehingga total daya tampung mencapai 500 siswa.

Sementara itu, untuk jenjang SD, terdapat 314 sekolah negeri dengan daya tampung sekitar 18.000 siswa.

Adapun untuk SMP, dari 55 sekolah negeri, daya tampung hanya sekitar 15.000 siswa.

Jalur pendaftaran dibagi menjadi dua kategori, yakni jalur domisili dan non domisili.

Untuk jalur non domisili, terdapat beberapa skema yang bisa dipilih calon peserta didik sesuai kondisi masing-masing.

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. 

Termasuk penyandang disabilitas, sebagai upaya memperluas akses pendidikan inklusif di Makassar.

“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam pendidikan,” kata Achi. 

Selain itu, tersedia jalur mutasi bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.

Syaratnya,  harus melampirkan surat mutasi resmi.

Disdik juga membuka jalur prestasi akademik yang menggunakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar seleksi.

Sementara itu, jalur prestasi non akademik diberikan bagi siswa yang memiliki penghargaan di bidang olahraga, seni, maupun budaya.

“Prestasi tidak hanya soal nilai, tetapi juga bakat dan kemampuan lain yang perlu dihargai,” jelasnya.

Untuk jalur domisili, seleksi dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah tujuan.

Sistem ini menggunakan koordinat pada Kartu Keluarga untuk meminimalisir potensi manipulasi data domisili.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah