Makassar Mulia
Optimalkan Perbaikan Lampu Jalan Rusak, Dishub Makassar Bakal Tambah Dua Armada Skylift
Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Perhubungan Makassar Muhammad Rheza menyebut aduan lampu jalan sempat menembus 9.000 laporan, namun berhasil dituntaskan per 30 April 2026, meski kini masih masuk 20–40 aduan baru per hari.
- Dua skylift baru berbasis produk dalam negeri senilai sekitar Rp1,8 miliar per unit dipilih karena lebih mudah perawatan dan efisien, guna mendukung delapan tim PJU yang bekerja sistem shift pagi–sore di seluruh wilayah kota.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar akan menambah dua unit skylift baru untuk mendukung penanganan lampu jalan di Kota Makassar.
Skylift adalah kendaraan atau alat berat berhidrolik yang dilengkapi keranjang, dirancang untuk mengangkat pekerja, material, dan peralatan ke ketinggian tertentu secara aman.
Kendaraan ini biasanya digunakan untuk perawatan dan perbaikan lampu jalan, pemasangan kabel, pemangkasan pohon, hingga pekerjaan konstruksi di area tinggi.
Pada konteks PJU (Penerangan Jalan Umum) Kota Makassar, skylift dipakai petugas menjangkau lampu jalan yang rusak agar proses perbaikan lebih aman dan cepat dibanding menggunakan tangga biasa.
Pengadaan armada baru guna mempercepat penanganan aduan masyarakat yang masuk melalui aplikasi Lontara.
Kepala Dishub Makassar Muhammad Rheza mengatakan, aduan lampu jalan menjadi laporan terbanyak sejak aplikasi Lontara diluncurkan.
“Lampu jalan aduannya itu sejak Lontara ada memang menumpuk sekali,” ujar Rheza Jumat (29/5/2026).
Ia menyebut, jumlah aduan lampu jalan sempat mencapai lebih dari 9 ribu laporan.
Namun hingga akhir April 2026, seluruh tunggakan aduan berhasil diselesaikan.
“Alhamdulillah per 30 April kemarin kita sudah nolkan,” katanya.
Meski demikian, laporan baru tetap masuk setiap hari dari berbagai wilayah di Makassar dengan jumlah sekitar 20 hingga 40 aduan per hari.
Untuk mempercepat penanganan, PJU kini mengoperasikan delapan tim lapangan yang bekerja dengan sistem shift pagi dan sore.
Tambahan dua unit skylift dinilai penting agar respons terhadap laporan warga tetap cepat.
“Insyaallah tahun ini kita ada dua penambahan skylift,” ujarnya.
Rheza menjelaskan, armada baru tersebut sengaja menggunakan produk dalam negeri.
Keputusan itu diambil setelah banyak kendala ditemukan pada skylift lama yang merupakan produk impor, terutama soal sparepart dan proses perbaikan.
Menurutnya, kendaraan impor memiliki kesulitan besar saat proses perbaikan.
“Kalau rusak setengah mati diperbaiki. Pertama sparepart pasti mahal kalau impor,” katanya.
Ia juga menyoroti desain armada impor yang menyulitkan teknisi saat melakukan pengecekan kerusakan.
Sementara pada produk lokal, bagian selang dan komponen lebih mudah diakses.
“Kalau produk lokal ada semacam pintunya, jadi bisa langsung dilihat yang bocor,” ujarnya.
Dengan sistem itu, proses perbaikan armada diharapkan lebih cepat dan efisien.
Setiap unit skylift baru disebut memiliki nilai pengadaan sekitar Rp1,8 miliar.
“Kurang lebih Rp1,8 miliar per unit,” ujarnya.
Saat ini, PJU Makassar memiliki sekitar 20 kendaraan operasional.
Namun hanya delapan unit yang masih aktif digunakan di lapangan.
Delapan armada tersebut digunakan untuk melayani seluruh wilayah Kota Makassar dengan sistem shift pagi dan sore.
Wilayah selatan Makassar disebut masih menjadi daerah dengan aduan lampu jalan terbanyak.
“Wilayah Selatan, Tamalate, Rappocini, daerah sini,” ujarnya.
Meski keterbatasan armada dan personel masih menjadi kendala, PJU optimistis penanganan lampu jalan akan semakin maksimal dengan tambahan skylift baru tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260529-Optimalkan-Perbaikan-Lampu-Jalan-Rusak-Dishub-Makassar-Tambah-Dua-Armada-Skylift.jpg)