Makassar Mulia

3 Ribu Tenaga Kerja Terserap di Makassar pada Awal 2026

Tribun Timur/ Siti Aminah
TENAGA KERJA - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, diwawancarai di Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (7/5/2026). Mario Said menjelaskan capaian investasi dan serapan tenaga kerja di Kota Makassar pada Triwulan I 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Penyerapan tenaga kerja di Makassar mencapai 3.189 orang pada Triwulan I 2026.
  • Jumlah tersebut meningkat 56,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
  • DPMPTSP menyebut kenaikan dipicu meningkatnya investasi PMDN dan PMA.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Realisasi penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar pada Triwulan I 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar mencatat, total tenaga kerja yang terserap pada Januari hingga Maret 2026 mencapai 3.189 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 3.172 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 17 tenaga kerja asing (TKA).

Kepala DPMPTSP Makassar, Mario Said, mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Makassar berdampak pada pembukaan lapangan kerja.

“Realisasi tenaga kerja pada Triwulan I tahun 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Mario Said, Jumat (8/5/2026).

Pada Triwulan I 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap tercatat sebanyak 2.032 orang.

Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 1.157 tenaga kerja atau meningkat 56,94 persen secara year on year (YoY).

Menurut Mario, peningkatan tersebut didorong bertambahnya realisasi investasi, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Makassar.

“Investasi yang masuk tentu berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Ini yang terus kami dorong,” katanya.

Untuk tenaga kerja Indonesia, realisasi pada Triwulan I 2026 mencapai 3.172 orang.

Jumlah itu meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2.022 orang.

Artinya, terdapat penambahan 1.150 tenaga kerja Indonesia atau naik sekitar 56,87 persen.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja asing juga mengalami peningkatan.

Pada Triwulan I 2025, tenaga kerja asing tercatat sebanyak 10 orang.

Sedangkan pada periode Januari hingga Maret 2026 meningkat menjadi 17 orang atau naik 70 persen.

Mario Said menilai tingginya pertumbuhan tenaga kerja menjadi indikator positif bagi iklim investasi di Kota Makassar.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Makassar sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur terus meningkat.

“Kami berharap tren ini terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar melalui DPMPTSP terus berupaya memberikan kemudahan pelayanan perizinan bagi investor.

Selain itu, pihaknya juga mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Target kami bukan hanya peningkatan nilai investasi, tetapi juga bagaimana investasi itu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja,” tutup Mario Said. (*)