Makassar Mulia

Daftar TK, SD, SMP di Makassar Bisa Lewat Lontara+, Ini Fitur Unggulannya

Pemkot Makassar
SPMB 2026 - Pemerintah Kota Makassar melaunching sistem baru pada penerimaan murid baru (SPMB) 2026 yang akan terintegrasi dengan aplikasi Lontara+ di Karebosi, Jl Jenderal Ahmad Yani, Sabtu (2/5/2026). Sistem baru ini dirancang lebih andal, praktis, serta memudahkan masyarakat dalam proses pendaftaran sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • SPMB 2026 Makassar terintegrasi dengan Lontara+, membuat pendaftaran SD–SMP lebih mudah dan praktis.
  • Sistem dilengkapi fitur unggulan seperti alur efisien, tampilan ramah pengguna, dan update status real time.
  • Berbagai inovasi ditambahkan, mulai dari validasi data otomatis hingga notifikasi dan layanan bantuan online.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menghadirkan pengembangan fitur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

SPMB akan terintegrasi dengan aplikasi Lontara+. 

Sistem dirancang lebih andal, praktis, serta memudahkan masyarakat dalam proses pendaftaran sekolah untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Sistem baru ini telah dilaunching Pemkot Makassar bertepatan Hari Pendidikan Nasional di Karebosi, Jl Jenderal Ahmad Yani, Makassar, Sabtu (2/5/2026). 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman mengatakan pengembangan SPMB 2026 tidak lepas dari hasil evaluasi layanan publik pada April 2025. 

Dari 822 responden, sektor pendidikan tercatat sebagai salah satu kebutuhan tertinggi masyarakat dalam Makassar Super Apps, menempati posisi ketiga setelah administrasi kependudukan dan layanan kesehatan.

Website SPMB 2026 dapat diakses melalui laman spmb.makassarkota.go.id. 

Sistem ini menawarkan alur pendaftaran yang efisien, antarmuka ramah pengguna, serta pembaruan status secara langsung atau real time.

Baca juga: Momen Hardiknas 2026, Pemkot Makassar Umumkan Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Jalur pendaftaran dibagi menjadi beberapa kategori, yakni jalur domisili, prestasi, dan afirmasi.

"Untuk jalur domisili, seleksi dilakukan berdasarkan prioritas kedekatan rumah ke sekolah dengan menggunakan koordinat presisi dari Kartu Keluarga guna meminimalkan manipulasi zonasi," jelas Achi, Minggu (3/5/2026). 

Jalur prestasi akademik akan menggunakan capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang divalidasi operator dinas. 

Sementara prestasi non-akademik diperuntukkan bagi siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, dan budaya dengan bobot skor sesuai kategori individu maupun beregu. 

Selain itu, tersedia jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. 

"Jalur ini memberikan poin strategis demi menjamin pemerataan akses pendidikan," kata Achi. 

Ada pula jalur mutasi bagi calon murid yang mengikuti perpindahan tugas orang tua dengan syarat melampirkan surat keputusan mutasi resmi. 

Khusus jenjang TK, jalur afirmasi menjadi jalur baru pada SPMB 2026.

Jalur ini disiapkan untuk mengakomodasi calon murid kurang mampu dan disabilitas dengan kuota lebih besar dibanding jalur domisili.()

Siapkan Tiga Server

Dinas Pendidikan Kota Makassar juga membenahi infrastruktur sistem. 

Jika pada 2025 haya menggunakan satu server terpusat, kini SPMB 2026 memakai tiga server independen untuk jenjang TK, SD, dan SMP. 

"Langkah ini dilakukan agar sistem lebih stabil saat puncak pendaftaran," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, Minggu (3/5/2026).

Sebelum digunakan, sistem juga telah melalui uji ketahanan dengan simulasi beban tiga kali lipat dari rata-rata jumlah pendaftar. 

Ini untuk memastikan akses tetap lancar dan meminimalkan gangguan teknis. 

Pemkot Makassar juga menyiapkan dashboard monitoring dan audit. 

"Fitur ini digunakan untuk memantau proses registrasi SPMB hingga distribusi seragam gratis secara berkala," jelas Achi. 

Berbagai fitur baru juga disematkan guna meningkatkan kenyamanan. 

Mulai dari pencocokan otomatis koordinat alamat berbasis NIK, pengecekan NISN, integrasi status melalui Lontara+, hingga notifikasi melalui push notification, email, dan WhatsApp.

Calon siswa juga dapat menginput ukuran pakaian sejak tahap pendaftaran. 

Data akan digunakan untuk distribusi seragam gratis bagi siswa yang lolos.

Tersedia juga layanan Live Chat Aduan bertajuk 'Tanya Kami' yang siap membantu masyarakat dalam mengatasi kendala selama proses pendaftaran.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah